Yuvita Pekey: Ada Dua Potret Berbeda Dari Aspek Politik dan Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan

Jayapura, Teraspapua.com – Perjuangan R.A Kartini tidak stop pada zamannya saja, tetapi masih tetap diperjuangkan sampai dengan saat ini, karena ketika kita melihat ada dua potret yang berbeda dari aspek politik maupun aspek partisipasi perempuan di dalam pembangunan atau kegiatan-kegiatan public.

Pernyataan ini dilontarkan pembina Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jayapura yang juga Plt Ketua TP PKK Kota Jayapura. Ibu Maria Yuvita Pekey kepada Teraspapua.com disela-sela penutupan acara Public Speaking dan Master Of Ceremony dalam rangka memperingati Hari R.A Kartini ke- 144 di Swiss-beLHotel, Rabu (12/4/2023).

Contoh lanjut Yuvita, aspek politik didominasi oleh kaum pria, sementara agak kritis untuk perempuan atau 30% dan pada saat ini belum mencapai, tetapi masih dibawah 30%.

“Sedangkan dari aspek pembangunan atau aspek public, bahwa ketimpangan justru yang terjadi banyak pada kaum perempuan. Itu artinya, kaum perempuan memang kelompok yang rentan, banyak mendapatkan persoalan-persoalan,” ungkap Yuvita Pekey.

Karena lanjut Yuvita Pekey, ada stigma yang dibangun oleh masyarakat bahwa kaum perempuan itu tidak lebih produktif dibanding kaum laki-laki. Padahal amanah undang-undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 1, bahwa baik laki-laki dan perempuan mempunyai persamaan yang sama di mata hukum.

“Kaum perempuan di Kota Jayapura sangat banyak dan ini adalah potensi yang dimiliki sebagai salah satu aset produktif dari kapasitas sumber daya manusia,” terangnya.

Oleh karena itu, perlu diberdayakan melalui tingkat pendidikan, membongkar sekat-sekat kemiskina, diskriminasi dan lain sebagainya,” tanbah dia.

Menurunya, Pendidikan adalah halayak public, oleh karena itu wajib perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dirinya untuk memperjuangkan hak-haknya dalam semua aspek kehidupan.

Oleh karena itu, semua organisasi wanita yang ada di kota Jayapura kita saling bergandengan tangan, membangun kekuatan dengan gerakan-gerakan yang militan, melalui implementasi program dan kegiatan.

“Saling berkolaborasi, bersinergi, berharmonisasi dan mengupayakan perjuangan hak-hak perempuan agar dapat setara dengan kaum laki-laki,” tegasnya.

Ketika kita bersama-sama. Saya yakin pasti perempuan-perempuan hebat yang ada di kota Jayapura akan lebih baik dari yang terdahulu,” akui Yuvita Pekey.

Ditempat yang sama, Ketua GOW Kota Jayapura, Ibu Ni Ketut Kabeningsih juga mengharapkan, dengan adanya kegiatan Public Speaking dan Master Of Ceremony, ibu-ibu yang tergabung di dalam organisasi wanita di kota Jayapura ini bisa percaya diri.

“Kemudian ibu-ibu bisa berbicara di depan orang banyak. Dikatakan, ibu-ibu dapat berbicara bisnis, karena dengan kita bisa berbicara tentunya untuk melaksanakan bisnis itu pasti akan lebih baik,” harapnya.

Selain itu ujar Kabeningsih, menambah skill sebagai leadership bagi ibu-ibu anggota GOW yang ada di kota Jayapura.

Selaku Ketua GOW Kota Jayapura, Kabeningsih mengharapkan, kegiatan-kegiatan yang serupa seperti ini lebih sering dilakukan. Dia pun mengakui antusias dari ibu-ibu mengikuti kegiatan ini, karena sangat berdampak bagi ibu-ibu di kegiatan organisasi masing-masing.

Kabeningsih pun mengapresiasi kegiatan ini, ke depannya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan karena dengan kegiatan yang terus-menerus, maka peningkatan pengetahuan ibu-ibu khususnya menjadi seorang MC sangat jauh lebih baik,” tutup Kabeningsih.