Pemkot Jayapura Larang Penamatan Siswa di Hotel dan Study Wisata Keluar Daerah

Jayapura, Teraspapua.com – Maraknya Penamatan dan Pelepasan siswa oleh beberapa sekolah di kota Jayapura, yang acara perpisahannya dilangsungkan di hotel, menjadi sorotan pemerintah setempat.

Pasalnya, acara perpisahan yang digelar di hotel-hotel oleh pihak sekolah, tentunya dengan pendanaan yang tidak sedikit. Dan bukan tidak mungkin memerlukan support dana dari berbagai pihak, baik dari sekolah, bahkan mungkin orang tua siswa.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj). Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, mengaku menyesali langkah yang dilakukan pihak sekolah, yang melakukan acara Penamatan dan Perpisahan siswa di hotel.

Frans Pekey mengaku sangat menyesal atas kebiasaan baru, yang dilakukan oleh semua sekolah. Yang melakukan Penamatan diluar sekolah, terutama di hotel.

“Disaat sekolah tidak memiliki anggaran, namun sekolah melakukan acara di hotel, yang tentunya butuh anggaran yang besar,” Terangnya kepada sejumlah wartawan, usai acara  Sabtu, (10/6/2023).

Lanjut ditegaskan, dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, untuk mengeluarkan instruksi Wali Kota, terkait larangan melakukan penamatan sekolah, diluar lingkungan sekolah.

“Cukup disekolah saja. Sehingga tidak membebani orang tua dan keluarga. Karena biaya sekolah saja sudah membebani orang tua, ditambah lagi penamatan dilakukan mewah-mewah di hotel.” Tegasnya.

Pekey menambahkan, Pemkot akan menertibkan kegiatan-kegiatan tersebut. Selain itu kata Pekey, larangan untuk melakukan study wisata keluar daerah, juga akan dikeluarkan.

“Itu juga membebankan orang tua, karena kumpul-kumpul uang, lalu guru pergi jalan-jalan di luar, itu juga akan dikeluarkan larangan.” Paparnya.

Menurut Pekey, anak yang baru menyelesaikan study di jenjang SMP, akan melanjutkan ke jenjang berikutnya yang tentu membutuhkan biaya besar. Dengan demikian, dirinya meminta sekolah untuk tidak terlalu membebani orang tua.

“Saya akan memberikan sanksi dan tindakan tegas kepada kepala sekolah, dan segera akan dilakukan.” Tandasnya.

Kata Pekey, sanksi dan tindakan tegas harus diberikan, bahkan sampai ke tingkat digantinya kepala sekolah, mengingat banyaknya keluhan orang tua maupun masyarakat, terkait hal tersebut.

(Danielo/Har)