Pastori Jemaat GKI Pniel Kotaraja Diresmikan, Habiskan Anggran Rp3 Milyar Lebih

Plt Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Hizkia Rollo saat menandatangani prasasti

Jayapura, Teraspapua.com – Pastori Jemaat GKI Pniel Kotaraja diresmikan penggunaanya oleh Penjabat Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun yang diwakili oleh staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pengembangan SDM, Daniel R. Senis, Sabtu (29/6/2024).

Plt Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Hizkia Rollo menegaskan, rumah pastori ini harus terbuka siang dan malam.

banner 325x300banner 325x300

“Sekali rumah pastori ini, dia harus terbuka siang dan malam, kalau memang benar-benar pembangunan ini direstui oleh hasori besar Engros Tobati dan hasori Tobati laut, karena kami mau jaga reputasi dan wibawa keondoafian,” ujarnya.

Dikatakan, mengapa dia harus terbuka siang dan malam, karena ketika dilantik dan dinobatkan, maka tanah untuk engkau jaga, janda duda anak yatim dan yatim piatu harus kau pelihara.

Kepala tukang saat menyerahkan kunci kepada ketua panitia

Mengapa? supaya jangan jatuh di atas tanah ini air mata karena kesengsaraan, air mata karena tidak bisa makan dan minum, air mata karena segala hal yang berkaitan dengan kelanjutan kehidupan di atas tanah adat itu.

“Karena itu Tuhan akan limpahkan berkat atas tanah itu, dan Tuhan akan mengendalikan kehidupan orang yang menempati rumah yang diberkatinya sendiri, sehingga berkat itu memasuki rumah ini siang dan malam,” ujarnya.

Dengan catatan pinggir, berkat yang masuk siang dan malam pun juga harus keluar siang dan malam untuk mereka yang membutuhkan pelayanan.

Masuk rumah yang megah dan besar seperti ini, ketentuannya jelas ya, pelayanannya harus lebih baik. Sebab di dalam rumah ini bukan tempat kita istirahat, di sinilah tempat mataku terbuka, telingaku terbuka untuk menerima siapa saja yang datang dengan keluhannya dan saya siap satu tanggal 24 jam.

“Maksud dari dibangunnya pastori ini benar-benar diimplementasikan secara baik dan benar, jauhkan sifat sungut-sungut,”tandansya.

Ketua panitia saat menyerahkan kunci kepada ketua mejelis jemaat

Sementara Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pengembangan SDM, Daniel R. Senis mengatakan, pembangunan pastori ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong, kerja keras dan kesatuan hati Jemaat dalam melayani Tuhan dan sesame,” kata Daniel saat membacakan sambutan tertulis Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun.

“Pastori ini tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi para hamba Tuhan yang melayani di Jemaat ini, tetapi juga merupakan symbol, komitmen kita semua untuk terus membangun dan memperkuat Iman serta mempererat dukungan antara Jemaat dan masyarakat,” ujarnya.

Saya percaya dengan adanya pastori ini, pelayanan di GKI Pniel Kotaraja, akan semakin efektif demi memberi dampak positif yang lebih besar bagi pertumbuhan rohani Jemaat,” imbuhnya.

Dikatakan, bangunan ini kelihatan mewah, namun menurut dia yang lebih terpenting adalah bagaimana memberikan pelayanan kepada umat di kota ini, karena merupakan barometer orang Papua.

Ketua Klasis GKI Port Numbay saat menyerahkan kunci kepada Plt Ketua Sinode GKI di tanah Papua

Harapan saya, semoga pastori ini dapat menjadi tempat yang penuh damai, kasih dan berkat, serta menjadi pusat kegiatan rohani yang menginspirasi dan menguatkan kita semua.

“Mari bersama-sama kita menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk kepentingan Jemaat dan masyarakat,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia pembangunan, Benhur Tomi Mano dalam laporan mengatakan, Jemaat GKI Pniel Kotaraja termasuk jemaat yang cukup besar dan wilayah pelayanan yang cukup luas di lingkungan Klasis Port Numbay yang memiliki 16 rayon, 964 kepala keluarga, 3. 818 anggota sidi dan 182 majelis

BTM mengatakan, sebelumnya jemaat mempunyai pastori lama, tetapi kondisinya tidak bisa ditempati lagi, untuk itu Jemaat perlu membangun pastori yang baru sesuai perkembangan Jemaat saat ini, sehingga hamba Tuhan dapat melayani secara optimal.

“Pembangunan pastori baru, digumuli dalam sidang jemaat XXXIV Pniel Kotaraja tahun 2023 dan direncanakan akan dibangun pada tahun 2023 juga, pada sidang jemaat tersebut saya diberi kepercayaan sekaligus tanggung jawab sebagai ketua panitia pembangunan,” ujarnya.

Gedung pastori baru

BTM pun ditugaskan untuk menyusun komposisi panitia dan melakukan persiapan serta langkah-langkah pembangunan pastori baru.

Untuk itu, berdasarkan surat keputusan majelis Jemaat Pniel Kotaraja, nomor 64/A-1a-31/SK/VI/2023 tanggal 18 Juni 2023, ditetapkan panitia pembangunan pastori dan dilantik oleh ketua Jemaat secara simbolis pada ibadah Minggu tanggal 18 Juni 2023.

Sebelum melaksanakan pembangunan, kata BTM, panitia bersama majelis Jemaat telah melakukan berbagai persiapan dan menyepakati bahwa pembangunan pastori dilaksanakan oleh pihak ketiga atau kontraktor PT. Perisai Pribumi.

“Untuk itu, pada ibadah Minggu tanggal 30 Juli 2023 pukul 09.00 Wit di hadapan Jemaat dilaksanakan penandatanganan perjanjian borongan pekerjaan antara panitia pembangunan dengan pihak ketiga dan dinegosiasi oleh notaris kota Jayapura,” tuturnya.

Setelah itu lanjut BTM, panitia melakukan sondir untuk menganalisa daya dukung tanah dan mengukur kedalaman lapisan tanah keras untuk dijadikan pijakan tiang pancang atau borsaid.

Sehingga dapat mendesain pondasi yang akan digunakan sebagai penyangga kolom bangunan yang berada di atas, sehingga mempunyai faktor keamanan yang tinggi, supaya bangunan pastori tetap kokoh.

“Desain gambar pastori terdiri dari dua unit bangunan permanen, dengan konsep minimalis modern yang dibangun memanfaatkan dan memaksimalkan bentuk area lahan yang tersedia,” jelasnya.

Kedua bangunan tersebut tambah BTM, terdiri dari dua lantai dengan satu kesatuan struktur tanpa adanya pemisahan.

Mantan Walikota Jayapura dua periode ini juga mengatakan, kualitas beton , merupakan K250 yang merupakan salah satu jenis beton berkualitas menengah untuk pembangunan struktur yang dapat memikul beban berat bangunan dan beban akibat angin dan gempa dengan kekuatan maksimum 7 skala richter.

“Sedangkan rangka atap menggunakan baja ringan dan atap spandek. Luas bangunan pastori seluruhnya 453m2. Pastori satu luas bangunan 268m2, luas lantai satu 178m2, lantai dua, 90m2. Pastori dua, luas bangunan 184 m2, luas lantai 109 m2, luas lantai dua 75m2.

BTM juga mengatakan, peletakan batu pertama pada tanggal 12 Agustus 2023 sedangkan pekerjaan fisik dimulai tanggal 16 September 2023. Selain pembangunan fisik, panitia juga berusaha melengkapi interior gedung dengan perabot, yang sebagian adalah sumbangan dari warga Jemaat dan sebagian dibelanjakan dari khas Jemaat.

“Waktu penyelesaian pembangunan pastori ini selama 8 bulan, 1 minggu, 5 hari atau 287 hari terhitung mulai tanggal 16 September 2023 sampai tanggal 28 Juni 2024. Pembangunan pastori ini menghabiskan dana sebesar Rp3. 842.862.000,” urainya.

Dikatakan juga, anggaran pembangunan diperoleh dari kas jemaat, janji iman panitia, majelis jemaat, warga jemaat, delma pembangunan, aksi lima menit dan sumbangan dari berbagai pihak baik pribadi maupun keluarga.

BTM juga mengatakan, panitia melaksanakan pembangunan pastori ini dengan motto 5 roti dan 2 ikan didukung juga oleh tim doa atau disebut dua gumul panitia pembangunan.

Moto ini memberikan pesan kepada panitia dan seluruh warga Jemaat Pniel Kotaraja, bahwa Yesus membuat mukjizat dan sanggup memberi makan 5000 orang belum termasuk perempuan dan anak-anak,” pungkasnya.