Sentani, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat Kampung Asei Kecil dalam kunjungannya pada Senin (16/6/2025).
Warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur adat, yang langsung ditanggapi dengan komitmen oleh mantan Wali Kota Jayapura dua periode tersebut.
Dalam dialog terbuka itu, Luis Monim, seorang pemuda sekaligus kader malaria, menyampaikan pentingnya pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di kampung-kampung, termasuk Asei Kecil. Menurutnya, keberadaan pustu sangat vital untuk pelayanan kesehatan dasar yang berkelanjutan.
“Karena ada beberapa kampung tidak punya pustu. Ini penting, agar tenaga medis dan kader malaria bisa masuk ke pustu dan memberikan pelayanan 24 jam,” ungkap Luis Monim.
Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi sekolah di Kampung Kleublou yang sering terdampak banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga berharap BTM, jika terpilih sebagai gubernur, dapat memperbaiki tata kelola drainase di wilayah tersebut.
Aspirasi lainnya yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah keinginan masyarakat agar pemerintah memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya. Warga meminta agar dibangun rumah ondoafi (rumah kepala adat) dan para-para adat sebagai simbol identitas budaya dan tempat bermusyawarah masyarakat adat.
Menanggapi hal ini, BTM menegaskan bahwa isu-isu seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pelestarian budaya telah menjadi bagian penting dari visi misinya. Ia berkomitmen menjadikan pelayanan dasar dan penguatan masyarakat adat sebagai prioritas utama dalam pemerintahannya kelak.
“Tenaga pendidik dan tenaga medis akan menjadi perhatian saya. Termasuk pembangunan pustu di kampung-kampung. Semua itu sudah ada dalam konsep pemerintahan yang saya rancang,” jelasnya.
Lebih lanjut, BTM juga mengungkapkan rencananya menggagas program kapal layanan kesehatan yang akan melayani wilayah-wilayah pesisir Danau Sentani. Dengan program ini, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang ke kota Sentani untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Untuk daerah di sekitar danau, nanti ada kapal khusus untuk layanan kesehatan. Jadi masyarakat bisa langsung dapat pelayanan tanpa harus pergi jauh,” tambahnya.
Soal sekolah yang kerap kebanjiran, BTM menyatakan akan meninjau langsung lokasi tersebut dan memetakan sumber utama banjir. Ia berjanji akan menyusun solusi berbasis data dan perencanaan tata ruang yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, BTM juga memaparkan tekadnya untuk mengangkat Papua menjadi provinsi dengan tata kelola terbaik di Indonesia. Ia mencontohkan capaian saat memimpin Kota Jayapura, di mana ia berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
“Saya tahu bagaimana menata pemerintahan. Waktu di Kota Jayapura, PAD bisa naik. Kini saya akan lakukan itu di tingkat provinsi,” tegas BTM.
Ia menambahkan, dengan menurunnya kontribusi sektor tambang terhadap pendapatan daerah, Papua harus mencari sumber PAD baru yang berkelanjutan, seperti pariwisata, ekonomi kreatif, dan tata kelola aset daerah yang lebih produktif.
BTM menegaskan bahwa prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yang telah diterapkannya di Kota Jayapura, akan dilanjutkan dan diperluas ke tingkat Provinsi Papua.
“Hal-hal baik yang saya lakukan di kota akan saya bawa ke provinsi. Semua sudah saya siapkan dalam konsep pemerintahan yang matang,” tutupnya.
(Hr/Rck)








