Harapan Baru dari Kampung Yoboi: BTM-CK Janjikan Transformasi Ekonomi, Perumahan, dan Layanan Dasar untuk Warga Danau Sentani

Prosesi Fi Helai Mbai di atas Obhe Kampung Yoboi (foto Arche/Teraspapua.com)

Sentani, Teraspapua.com – Harapan baru bagi masyarakat kampung pesisir mulai dari Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura. Dalam rangkaian kampanye yang digelar pada Kamis,
(10/7/2025), pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), hadir menjawab berbagai aspirasi masyarakat.

Dari isu lingkungan hingga perumahan rakyat, keduanya berkomitmen mengubah tantangan menjadi peluang untuk kemajuan Papua, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Sentani.

Salah satu persoalan utama yang disampaikan masyarakat Yoboi adalah penyebaran eceng gondok yang semakin luas di Danau Sentani. Tanaman air ini selama ini dianggap sebagai gangguan lingkungan karena menghambat pergerakan perahu, mengganggu ekosistem, dan memperburuk kualitas air.

Namun, bagi BTM, permasalahan tersebut justru bisa menjadi potensi ekonomi baru. Ia menyatakan akan menggandeng perusahaan-perusahaan besar untuk mengelola eceng gondok agar bernilai jual tinggi dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.

“Kita akan kerja sama dengan perusahaan besar supaya eceng gondok ini tidak jadi masalah, tapi justru memberi manfaat ekonomi bagi warga,” tegas BTM di hadapan warga yang memadati dermaga kampung.

Selain itu, BTM juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan populasi ikan di Danau Sentani. Menurutnya, ikan merupakan sumber pangan utama bagi masyarakat sekitar, dan harus dikelola secara berkelanjutan agar tetap tersedia dari generasi ke generasi.

Calon Wakil Gubernur Constant Karma menyoroti kondisi perumahan yang belum layak di beberapa kampung pesisir Danau Sentani, termasuk Yoboi. Ia menyatakan keprihatinannya atas fakta bahwa banyak rumah masih terbuat dari kayu dan dihuni oleh lebih dari satu kepala keluarga.

“Ini harus jadi perhatian. Sekarang sudah ada Kementerian Perumahan Rakyat. Kami akan bertemu langsung dengan menteri agar program 3 juta rumah juga menyasar kampung- kampung di Danau Sentani,” tegas Constant Karma.

Menurutnya, perumahan yang layak adalah fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup, terutama bagi keluarga muda dan anak-anak.

Pasangan BTM-CK juga menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung terpencil dan pesisir danau. Salah satu pendekatan yang akan digunakan adalah pelibatan aktif lembaga adat dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan.

BTM juga menyampaikan rencana untuk melanjutkan program-program unggulan dari pemerintahan sebelumnya, seperti program “1.000 Dokter” dari era Barnabas Suebu dan
beasiswa pendidikan luar dan dalam negeri dari masa Lukas Enembe.

“Anak-anak Yoboi yang ingin kuliah, bahkan yang sedang menyusun skripsi, akan kami bantu. Pendidikan tetap jadi prioritas,” ujar BTM.

Dalam sektor kesehatan, pasangan ini menawarkan solusi inovatif berupa kapal medis canggih yang dapat menjangkau kampung-kampung dan pulau-pulau di kawasan Danau Sentani. Kapal ini akan dilengkapi dokter, obat-obatan, hingga alat untuk melakukan operasi kecil.

Selain itu, layanan kesehatan di darat juga akan diperkuat. BTM-CK berencana meningkatkan fasilitas Pustu (Puskesmas Pembantu), mengevaluasi RSUD Dok II dan RS Abepura, serta memperkuat Puskesmas dengan tenaga dokter spesialis, apoteker, ahli gizi, dan peralatan medis modern.

Tak hanya itu, akses transportasi air di Danau Sentani juga akan dibenahi. Infrastruktur dermaga dan jalur air akan diperkuat untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, termasuk akses ke fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Untuk menjamin keberlanjutan pelayanan dan perlindungan sosial, BTM memperkenalkan program Kartu Papua Maju, sebuah inisiatif berbasis data kependudukan yang terdiri dari enam jenis kartu untuk berbagai lapisan masyarakat:

1. Kartu Lansia – Untuk memberikan perlindungan dan tunjangan bagi warga lanjut usia.

2. Kartu Disabilitas – Memberikan kemudahan akses pelayanan publik bagi penyandang disabilitas.

3. Kartu Sehat Plus – Menjamin layanan kesehatan gratis hingga rujukan lanjutan.

4. Kartu Pencaker (Pencari Kerja) – Memberikan pelatihan dan bantuan akses kerja bagi pengangguran.

5. Kartu Tani – Memberikan subsidi pupuk dan pendampingan usaha tani.

6. Kartu Nelayan – Mendukung nelayan kecil dengan bantuan alat tangkap dan akses pasar.

Seluruh program ini, ditegaskan BTM, dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dan membangun masa depan Papua yang lebih inklusif, berdaya, dan sejahtera.

“Kami datang bukan sekadar untuk meminta suara. Kami datang karena ingin menjadikan Papua lebih baik, bersama-sama dengan masyarakat,” tutup BTM.

(Arc/Rck)