Sentani, Teraspapua.com – Suasana haru dan penuh semangat rakyat terlihat dalam pertemuan terbatas dan deklarasi dukungan masyarakat Kampung Ifale, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/7/2025), yang dihadiri langsung oleh mantan Gubernur Papua periode 2006-2011, Barnabas Suebu.
Acara ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant
Karma (CK).
BTM dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya sudah dua kali dipanggil oleh Barnabas Suebu, yang akrab disapa “Kaka Bas”. Dari pertemuan itu, ia mendapat banyak pesan penting.
“Kaka Bas katakan: Kalau kau ingin bangun Papua, tinggal di tengah rakyat. Makan, tidur, dan rasakan kehidupan mereka. Dari sana baru kau bisa bangun Papua,” kenang BTM.
Ia pun menyatakan akan melanjutkan program-program kerakyatan yang dulu dijalankan Barnabas Suebu, termasuk Turdes turun desa menyapa rakyat.
“Saya kasihan masyarakat di Mamberamo Raya, harus menghabiskan bensin berliter-liter hanya untuk sampai ke kabupaten. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur harus hadir untuk mereka,” tegas mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini.
BTM juga menegaskan bahwa ia akan mengembangkan program pengiriman 1.000 dokter ke dalam dan luar negeri, serta melanjutkan program pendidikan bagi anak-anak Papua seperti yang pernah dilakukan oleh almarhum Lukas Enembe. Namun, ia menyayangkan pengelolaan beasiswa yang tidak berjalan baik.
“Saya akan evaluasi total. Desember lalu banyak orang tua tidur di kantor gubernur demi beasiswa anak-anak mereka,” ucap BTM.
Dalam bidang kesehatan, BTM menjanjikan reformasi menyeluruh. RSUD Dok II dan RS Abepura akan dievaluasi, Puskesmas dan Pustu diperkuat, serta insentif bagi dokter yang bertugas di daerah terpencil akan ditingkatkan. Ia juga menargetkan penurunan angka kematian ibu dan anak serta stunting.
“Kita juga akan bantu mama-mama penjual pinang, ikan, dan roti dengan bantuan langsung tunai. Di bidang infrastruktur, jalan, jembatan, air bersih, listrik dan rumah layak huni akan kami prioritaskan,” lanjutnya.
Di Kampung Ifale dan Danau Sentani, BTM berkomitmen membangun rumah layak huni secara bertahap selama 10 tahun ke depan.
Dalam pidato emosional dan penuh kenangan, Constant Karma yang kini maju sebagai Calon Wakil Gubernur Papua, menyampaikan penghormatannya kepada Barnabas Suebu yang disebutnya sebagai mentor sekaligus sosok penting dalam perjalanan kariernya sebagai birokrat dan pemimpin.
“Saya seperti sekarang karena Bapak Bas Suebu,” ungkap CK. “Beliau menunjuk saya menjadi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura. Saat menjabat Gubernur Papua, beliau sering mengajak saya ke Jakarta dan memperkenalkan saya di berbagai forum. Bapak Bas adalah pemimpin besar, bukan hanya untuk Papua, tapi untuk Indonesia,”
lanjutnya.
CK juga mengenang masa-masa penyusunan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Meski saat itu Barnabas Suebu menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, beliau tetap terlibat aktif dalam proses penyusunan.
“UU Otsus itu dirancang oleh anak-anak Papua. Saya dipercaya memimpin tim asistensi. Ada tiga filosofi utama: perlindungan, pemberdayaan, dan keberpihakan kepada orang asli Papua,”jelas CK.
Ia menegaskan, lahirnya Otsus juga menjadi tonggak penegasan bahwa gubernur dan wakil gubernur Papua harus orang asli Papua.
“Kini kita punya enam provinsi di tanah Papua, dan tinggal Papua Utara yang akan lahir untuk wilayah Saireri. Pemimpinnya harus anak-anak Papua,”tandasnya.
CK juga berkomitmen untuk membawa perubahan bersama BTM: “Kami ingin Papua bangkit. Saya dan Pak BTM hadir untuk menghadirkan perubahan nyata di atas tanah ini.”
Dalam orasinya, Barnabas Suebu menyatakan bahwa dirinya percaya BTM-CK akan menang dalam Pilgub Papua 2025.
“Apa yang dibicarakan oleh BTM dan CK tadi itu semua benar. Saya tegaskan, mereka akan menang. Saya ingatkan, tuangkan semua janji itu dalam RPJM dan program lima tahunan. Karena saya dulu juga lakukan itu, dan saya menang,” ujar Barnabas penuh keyakinan.
Menurutnya, kunci kemenangan adalah menyentuh hati rakyat.
“Jangan pura-pura. Bawa hati, karena hati itu Tuhan yang atur. Kalau kau datang dengan hati ke orang kecil, mereka akan angkat engkau,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga alam Papua, khususnya Cagar Alam Cycloop.
“Saya bersyukur adik BTM mau lindungi Cycloop. Saya serukan: jangan pilih pemimpin yang tidak peduli alam. Karena mereka bukan hanya merusak, tapi membunuh masa depan anak cucu,” tegas mantan duta besar Indonesia untuk Meksiko, Panama, dan Costa Rica ini.
Barnabas juga mengenang pengalamannya keliling ribuan kampung lewat program Turkamp.
“Mereka bersuka cita ketika pemimpin datang. Karena pemimpin adalah pelayan. Kalau engkau merendahkan dirimu untuk melayani, Tuhan akan meninggikan engkau,” ujarnya.
Menutup orasinya, Barnabas Suebu mengajak seluruh masyarakat Tabi dan Saireri untuk menggunakan hati dalam memilih.
“Tuhan sudah bicara kepada saya: BTM-CK sudah menang. Karena Papua butuh pemimpin sejati. Bukan pemimpin kaleng-kaleng,” tuturnya.
Ia mengingatkan warga untuk tidak memilih pemimpin yang hanya datang merampok kekayaan alam Papua. “Ambil uang mereka, tapi jangan pilih mereka,” serunya disambut tepuk tangan hadirin.
“Hari ini, saya mau katakan kepada dunia: Papua sudah menentukan arah masa depannya. Dan itu bersama BTM dan CK,” pungkasnya.
(Arc/Rck)














