Tatap Muka di Kelurahan Mandala, BTM : Saya Datang dengan Hati; Kemenangan sejati Akan Datang Dari Hati Yang Baik

Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyampaikan pesan menyentuh saat melakukan tatap muka terbatas dengan masyarakat Kelurahan Mandala Pantai, RW 01, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Jumat (11/7/2025)

Dalam forum dialog tersebut, BTM menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur dari pelantikan sebagai Anggota DPR RI adalah bentuk komitmen dan cinta kepada masyarakat
Papua.

“Saya seharusnya sudah dilantik sebagai anggota DPR RI, karena saya terpilih dengan suara terbanyak di wilayah ini. Tapi saya tidak mau mencari uang di sana. Saya ingin tetap dekat dengan masyarakat, untuk melayani mereka dengan hati dan kasih,” ungkap BTM di hadapan warga.

BTM mengatakan, meskipun pada Pilkada 27 November 2024 lalu dirinya hanya menang tipis di 4 dari 9 TPS yang ada di Kelurahan Mandala, namun ia tidak patah semangat. Ia percaya, pemungutan suara ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025 akan menjadi momentum kebangkitan suara rakyat yang sejati.

“Saya tidak membawa uang untuk membeli suara Bapak-Ibu. Saya datang dengan hati, dan saya percaya Tuhan melihat niat tulus saya. Kemenangan sejati akan datang dari hati yang baik,” tegasnya.

BTM menyebut dirinya sebagai “gubernur terpilih tertunda”, menyusul keputusan PSU yang diambil karena pelanggaran dalam Pilgub sebelumnya.

“Walaupun suara paslon nomor urut 2 dinaikkan 9.000 di Jayapura Selatan, saya tetap menang. Dan sekarang Tuhan membukakan jalan-Nya. Orang-orang yang melakukan kecurangan itu telah diberhentikan melalui DKPP. Ini bukan soal saya, ini soal keadilan dan kebenaran,” katanya.

“Walaupun PSU dua, tiga, bahkan sepuluh kali, BTM-CK akan tetap menang karena Tuhan berpihak kepada mereka yang tulus mengabdi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Dalam kesempatan itu, BTM memaparkan program-program prioritasnya jika terpilih sebagai Gubernur Papua. Ia berfokus pada pemberdayaan nelayan, khususnya di kawasan pesisir seperti Mandala Pantai.

“Waktu saya jadi Wali Kota Jayapura dua periode, saya bantu nelayan dengan perahu, GPS, cool box, dan BBM khusus di TPI Hamadi. Kalau di Mandala Pantai ini ada lahan yang disiapkan, saya akan bangun BBM khusus untuk para nelayan di sini,” janjinya.

BTM menyebutkan bahwa selama ini ia tidak membeda-bedakan wilayah pendukung. Ia juga tetap membangun di Keerom, meskipun daerah itu tidak memilihnya pada Pilkada lalu.

“Saya tidak membalas dengan kebencian. Saya bantu kapal, bantu BBM, bantu TPI. Di Dok IX juga saya sudah siapkan program untuk bangun TPI dan BBM khusus nelayan,” ungkapnya.

Selain program untuk nelayan, BTM juga mengusulkan pengembangan area di depan Kantor Gubernur Papua menjadi kawasan wisata rakyat seperti Pantai Losari di Makassar.

“Tempat itu akan kita sulap menjadi kawasan santai dan jualan untuk masyarakat kota. Itu sudah saya rancang sejak menjadi wali kota, hanya belum sempat terealisasi karena anggaran,” paparnya.

BTM menegaskan bahwa ia adalah pemimpin yang sudah teruji. Ia tidak ingin masyarakat memilih pemimpin yang baru belajar pemerintahan.

“Memimpin daerah sebesar Papua bukan untuk orang yang sedang belajar. Saya sudah dua periode jadi wali kota. Saya tahu dari mana harus memulai pekerjaan, dan bagaimana harus menyelesaikannya,” tandasnya.

BTM juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung kehidupan umat beragama. Ia berjanji, jika terpilih sebagai gubernur, akan melakukan renovasi total Masjid di Kelurahan Mandala Pantai.

“Saya juga bangun mushola di Muara Tami untuk warga Koya Timur. Bahkan ketika saya menjabat Wali Kota, saya membangun mushola di Kantor Wali Kota Jayapura, padahal 75% ASN-nya beragama Islam. Mushola itu saya beri nama BTM (Baitul Maqdis),” ceritanya.

Ia juga memfasilitasi pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) umat Muslim seluas 10 hektar di Buper Waena, dan memberangkatkan imam masjid untuk umrah secara gratis.

Menutup orasinya, BTM mengingatkan warga agar tidak tergoda oleh politik uang.

“Saya tidak datang dengan uang. Saya datang untuk menyentuh hati. Jangan jual masa depan anak-anak kita karena uang sesaat. Ayo, kita pilih pemimpin dengan hati,” pesannya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Mandala Pantai untuk datang ke TPS pada 6 Agustus 2025 dan menggunakan hak pilih mereka demi Papua yang damai, adil, dan sejahtera.

Dengan pesan ketulusan, rekam jejak yang kuat, dan program konkret, Benhur Tomi Mano memperkuat langkahnya menuju kursi Gubernur Papua pada PSU mendatang. Masyarakat
Mandala Pantai pun diajak tidak sekadar memilih, tetapi memilih dengan hati.

(Arc)