Jayapura, Teraspapua.com – SMA Gabungan Jayapura resmi menutup proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Sebagai langkah awal memasuki dunia pendidikan menengah, seluruh siswa baru langsung mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah.
MPLS tahun ini mengusung tema yang sarat makna: “Menjadikan Generasi RAMAH – Ramah, Mandiri, Aman, dan Humanis.” Tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi cerminan dari karakter ideal yang ingin dibentuk oleh SMA Gabungan Jayapura dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
Kegiatan MPLS dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Petronela Tetelepta Seipattiratu, mewakili Kepala Sekolah Sandra Grace Titihalawa.
Dalam sambutannya, Petronela menjelaskan empat pilar utama yang menjadi acuan pembentukan karakter selama MPLS, yaitu:
Ramah: Mampu bersikap sopan dan santun, membangun relasi yang sehat dengan teman, guru, dan seluruh warga sekolah. Siswa diajak untuk bersapa, tersenyum, dan menghargai perbedaan.
Mandiri: Tidak bergantung pada orang lain, namun memiliki inisiatif dan tanggung jawab terhadap tugas, waktu, serta keputusan yang diambil.
Aman: Menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan, kekerasan, miras, atau penyimpangan. Siswa diajak untuk saling menjaga satu sama lain.
Humanis: Memanusiakan sesama. Melihat teman bukan sebagai pesaing, tetapi sebagai rekan tumbuh dan belajar bersama, serta menanamkan empati dan nilai-nilai
kemanusiaan.
“Empat kata kunci ini adalah fondasi yang kuat untuk menciptakan sekolah yang nyaman, menyenangkan, dan bebas dari tekanan,” ujar Petronela.
Visi Pendidikan: Karakter Kristen, Berprestasi, dan Cinta Lingkungan
Lebih lanjut, disampaikan bahwa SMA Gabungan Jayapura memiliki visi besar untuk mencetak pelajar Pancasila yang berkarakter Kristen, berprestasi, menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta berwawasan lingkungan.
Artinya, pendidikan tidak hanya difokuskan pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang berakar pada kasih, ketulusan, dan tanggung jawab.
Siswa yang diharapkan adalah mereka yang: Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila: iman, toleransi, keadilan, dan cinta tanah air.
Menjadi pelaku IPTEK: mampu menggunakan teknologi secara bijak untuk kebaikan. Memiliki kesadaran lingkungan: peduli terhadap kebersihan, hemat energi, dan menjaga bumi.
Dalam kesempatan tersebut, Petronela juga menyampaikan pesan menyentuh kepada para peserta didik baru. Ia menyebut bahwa meskipun SMA Gabungan mungkin bukan pilihan
pertama bagi sebagian siswa, namun kehadiran mereka di sekolah ini bukanlah suatu kebetulan.
‘Kalian adalah anak-anak terpilih yang berharga. Kami percaya bahwa setiap dari kalian memiliki potensi besar. Jangan khawatir jika hari ini kalian belum tahu siapa
diri kalian. Di SMA Gabungan Jayapura, kalian akan bertumbuh, ditempa, dan dibimbing menjadi versi terbaik dari diri kalian sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Ia mengutip pepatah terkenal dari Sir Edmund Hillary: “Bukan gunung yang kita taklukkan, tapi diri kita sendiri.” Sebuah filosofi penting dalam dunia pendidikan yang
menekankan pertumbuhan pribadi.
Dalam arahannya, Petronela juga membagikan tujuh kebiasaan yang perlu mulai dibiasakan oleh siswa selama masa MPLS dan tahun-tahun pendidikan ke depan:
1. Jujur: Katakan yang benar meski sulit.
2. Tanggung jawab: Lakukan tugas dengan disiplin, dan bertanggung jawablah atas diri sendiri.
3. Disiplin: Tepat waktu, patuh aturan, dan konsisten.
4. Peduli: Membantu teman, bukan menertawakan kekurangan mereka.
5. Kerja sama: Belajar kolaborasi dalam diskusi, proyek, dan kegiatan sekolah.
6. Kreatif: Menyampaikan ide-ide segar dalam tugas, seni, maupun organisasi.
7. Berani berpendapat: Sampaikan pendapat dengan sopan dan menghargai perbedaan.
“Kebiasaan ini sederhana, namun akan menjadi kekuatan luar biasa saat kalian bawa hingga masa depan,” pesannya kepada seluruh peserta didik baru.
Menutup sambutan, Petronela mengajak seluruh siswa baru untuk menganggap sekolah sebagai rumah kedua. Ia menekankan bahwa seluruh guru, staf, dan kakak kelas siap mendampingi mereka dalam proses belajar.
“Bertanyalah, bereksplorasilah, dan beranilah mencoba. Semoga MPLS ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membuka jalan menuju proses belajar yang lebih bermakna,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia membacakan pantun penyemangat:
Berlayar jauh ke Pulau Biak, Ombak besar tak jadi halangan. MPLS RAMAH kita buka dengan semangat, Langkah awal meraih masa depan penuh harapan.
Dengan dibukanya MPLS 2025 ini, SMA Gabungan Jayapura menunjukkan komitmennya untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kemanusiaan.
(Arc)















