Supiori, Teraspapua.com – Benhur Tomi Mano (BTM), calon Gubernur Papua nomor urut 1, kembali menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang merakyat.
Usai menyapa warga Kampung Sowek di Distrik Aruri yang terletak di pulau terpisah, BTM melanjutkan safari politiknya menuju Sowindiweri, Kabupaten Supiori, untuk bertemu langsung dengan masyarakat setempat.
Meskipun laut sedang tidak bersahabat dan perjalanan sempat tertunda cukup lama, masyarakat tetap antusias menunggu kedatangan tokoh yang dikenal sebagai “Putra Tabi” tersebut sejak pukul 12 siang. Baru menjelang malam, BTM tiba di Supiori menggunakan kapal cepat Marina 3.
Karena waktu kampanye yang terbatas hingga pukul 18.00 WIT, BTM hanya dapat berdiri dan menyapa masyarakat selama sekitar 30 menit di pesisir pantai Sowindiweri.
Kehadiran singkat itu tetap membekas dan menyulut semangat ribuan warga yang sejak lama mengharapkan perubahan nyata di daerah mereka.
Dalam orasinya, BTM menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Supiori yang telah memberikan dukungan luar biasa pada Pilkada Papua 2024 lalu.
Ia menyayangkan terjadinya kecurangan dalam proses pemilihan, khususnya penggelembungan suara sebanyak 9.000 di Distrik Jayapura Selatan yang akhirnya berujung pada Pemungutan Suara Ulang (PSU).
“Kalau tidak ada penggelembungan itu, saya sudah dilantik sebagai gubernur. Tapi karena ada orang-orang curang, proses ini harus diulang,” tegas BTM. Ia pun menyampaikan bahwa tiga komisioner KPU yang terlibat telah dipecat.
Meski demikian, BTM tetap optimis. “Dengan nama Tuhan, hari ini saya menginjakkan kaki di tanah Injil ini, saya percaya bahwa kemenangan 100% akan kembali kepada pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma.”
BTM menegaskan bahwa ia tidak datang membawa uang atau janji kosong, melainkan dengan hati dan kasih sayang.
“Saya datang untuk menghapus air mata masyarakat Tabi dan Saireri. Agar mereka bisa menjadi tuan di negeri sendiri, membangun tanah ini demi kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya penuh haru.
Ia juga kembali mengingatkan warga agar tidak salah memilih pada PSU mendatang. “Pilihlah nomor urut 1, pasangan BTM-CK, yang benar-benar peduli dan bekerja untuk rakyat.”
Dalam kunjungannya, BTM memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan jika ia terpilih. Di antaranya:
Pembangunan Pabrik Ikan dan Cold Storage di Supiori untuk mendukung potensi hasil laut daerah.
Pembangunan Pabrik Es Batu guna mendukung nelayan lokal.
Transformasi Supiori menjadi Lumbung Pangan Laut Internasional.
Peningkatan Akses Transportasi Laut antar pulau dan antar kabupaten.
Program Beasiswa bagi anak-anak Supiori, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri.
Bantuan Skripsi dan Pembangunan Asrama Mahasiswa Tabi-Saireri di Jayapura, termasuk rumah singgah bagi keluarga pasien yang berobat di ibu kota provinsi.
Peningkatan Infrastruktur, termasuk perbaikan jembatan rusak, pengaspalan jalan, dan pemasangan lampu penerangan jalan.
BTM juga menegaskan komitmennya untuk mendorong terbentuknya Provinsi Papua Utara, yang meliputi wilayah adat Saireri, guna memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mempercepat pembangunan.
“Wilayah lain sudah punya gubernur masing-masing sesuai adatnya. Sekarang, izinkan kami anak Tabi dan Saireri memimpin provinsi kami sendiri,” serunya.
Dengan penuh semangat dan ketulusan, BTM mengakhiri kunjungan singkatnya di Supiori. Ia meninggalkan kesan mendalam, sekaligus membangkitkan kembali harapan masyarakat akan masa depan Papua yang lebih adil, setara, dan sejahtera.
(har/rck)













