Waropen, Teraspapua.com – Ketua Dewan Adat Waropen, Paulus Doweri, menyerukan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada struktur adat di Tanah Papua.
Ia menegaskan bahwa Papua terdiri dari tujuh wilayah adat yang masing-masing semestinya dipimpin oleh anak adat dari wilayah tersebut.
“Papua ini dibentuk dari tujuh wilayah adat: Mamta, Domberai, Bomberai, Meepago, Lapago, Animha, serta Tabi dan Saireri. Namun hingga kini, hanya Tabi dan Saireri yang masih bergabung dalam satu provinsi,” ujar Paulus dalam kampanye terbatas pasangan calon gubernur Benhur Tomi Mano di lapangan Elias Paprindey, Minggu (20/7/2025).
Doweri menyampaikan bahwa demi keadilan dan keberlanjutan pembangunan yang berakar dari kearifan lokal, Papua harus memiliki tujuh gubernur di tujuh wilayah adat.
“Kami ingin masing-masing wilayah adat dipimpin oleh anak adatnya sendiri. Sudah saatnya anak adat Tabi dan Saireri memimpin tanahnya, agar pembangunan tak merusak hutan, tanah, dan sumber daya alam kita,” tegasnya.
Ia kemudian menyebut Serui sebagai kota perjuangan, dan menyayangkan bahwa wilayah Saireri hingga kini belum menjadi provinsi sendiri.
Untuk itu, ia menyampaikan dukungan penuh kepada pasangan BTM-CK, yang menurutnya adalah figur paling tepat untuk memperjuangkan pemekaran Provinsi Papua Utara.
“Yang akan memperjuangkan lahirnya Provinsi Papua Utara dari wilayah adat Saireri adalah Benhur Tomi Mano dan Constant Karma. Mereka ini anak adat yang sudah teruji kepemimpinannya,” ujar Paulus.
Dalam kesempatan tersebut, Paulus menilai bahwa BTM-CK bukan hanya representasi adat Tabi dan Saireri, tetapi juga figur pemimpin yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan.
“BTM adalah mantan Wali Kota Jayapura dua periode. Constant Karma adalah mantan Sekda Papua dan pernah menjadi Penjabat Gubernur Papua. Keduanya sudah paham birokrasi dan tahu bagaimana memimpin dengan hati,” tambahnya.
Menurut Paulus, pasangan BTM-CK merupakan representasi keadilan bagi seluruh anak negeri. Ia meyakini bahwa ketika mereka memimpin, hak-hak masyarakat adat akan lebih terjamin.
“Jika mereka terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, maka kami pastikan pemekaran Saireri menjadi Provinsi Papua Utara segera terwujud,” ujarnya disambut sorak dukungan warga.
Paulus juga mengungkapkan bahwa komitmen pasangan BTM-CK telah diperkuat dengan penandatanganan fakta integritas di Biak, yang menjadi bukti keseriusan mereka dalam mendengar dan menjalankan aspirasi rakyat adat.
“Kenapa harus pilih orang lain? Kita punya anak negeri sendiri yang sudah siap, mampu, dan terbukti cinta tanah ini,” tegasnya menutup pernyataan.
(har/rck)








