BTM Serukan Rakyat Kawal TPS, Jangan Pulang Usai Mencoblos

Foto bersama mayarakat dengan BTM-CK (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyerukan kepada seluruh masyarakat di satu kota dan delapan kabupaten agar
mengawal ketat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025 mendatang.

Seruan ini disampaikan dalam orasi politik BTM yang berlangsung di Pantai Cibery, Kampung Enggros, Kota Jayapura, Selasa (29/7/2025), di hadapan ribuan pendukung.

Dalam orasinya, BTM menegaskan bahwa setelah masyarakat selesai mencoblos di TPS, mereka tidak boleh langsung pulang ke rumah, melainkan tetap tinggal dan mengawal
proses penghitungan suara.

“Setelah Bapak dan Ibu mencoblos, jangan langsung pulang. Tetap tinggal dan kawal TPS. Kita harus pastikan suara untuk pasangan nomor urut 1, BTM-CK, tidak dicurangi,”
tegas BTM.

Ia menyebut, ada indikasi bahwa pihak-pihak tertentu memiliki niat jahat untuk menghilangkan suara bagi pasangan BTM-CK. Kekhawatiran itu mencuat karena kemungkinan
adanya manipulasi dalam proses penghitungan suara.

“Kita khawatir ketika surat suara diangkat, yang dicoblos adalah nomor 1, tapi yang diumumkan malah nomor 2. Maka kita harus jaga TPS secara ketat di seluruh wilayah,”
ujarnya.

Dalam orasi tersebut, BTM juga memperingatkan masyarakat bahwa pihak lawan berpotensi menyebar praktik politik uang menjelang hari pencoblosan.

Mantan Walikota Jayapura dua periode itu, menyatakan bahwa informasi mengenai pembagian uang yang disertai dengan surat suara sudah mulai viral di media sosial dan
telah dilaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk kemudian diteruskan ke Kapolri.

“Mereka akan datang membawa uang dan surat suara kepada Bapak Ibu semua. Tapi saya mau bilang, ambil saja uangnya, karena itu uang rakyat. Tapi jangan pilih
orangnya,” kata BTM yang disambut sorakan dukungan dari massa.

Selain kepada masyarakat, BTM juga menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh penyelenggara pemilu, baik dari KPPS, PPD, maupun KPU, untuk bekerja secara jujur dan
takut kepada Tuhan.

“Saya ingatkan, kalau kalian tidak bekerja jujur, pikirkan anak istri kalian. Kalau curang, penjara menanti. Ini bukan ancaman, tapi aturan hukum yang akan berjalan,”
tegasnya.

BTM menyebutkan bahwa sudah ada preseden nyata terkait penyimpangan dalam Pilkada sebelumnya, yakni pemecatan tiga komisioner KPU Kota Jayapura oleh Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti melakukan penggelembungan suara sebanyak 9.000 untuk pasangan calon nomor urut 2 di Distrik Jayapura Selatan.

“Saya tidak akan diam. Setelah pemilu selesai, kami akan bawa ini ke ranah hukum. Mereka harus bertanggung jawab karena telah merugikan rakyat Papua,” katanya
lantang.

Ia juga menyinggung kerugian negara yang besar akibat kecurangan pemilu, menyebut dana Rp200 miliar untuk Pilkada 2024 yang dinilainya terbuang percuma.

Dengan suara penuh semangat, Benhur Tomi Mano menegaskan identitas dan komitmennya sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat Papua.

“Saya bukan titipan dari mana-mana. Saya lahir dari rakyat Papua, tumbuh bersama rakyat Papua, dan berkoalisi dengan rakyat Papua. Koalisi saya adalah Koalisi Rakyat
Bersatu,” ujarnya.

BTM juga menegaskan jati dirinya sebagai anak adat Tabi, yang tidak akan pernah melupakan tanah kelahirannya.

“Ini negeri saya. Saya anak Tabi, dan saya menjaga hati Sulung. Sampai kapanpun saya akan bicara untuk Tabi, karena ini tanah kelahiran saya,” pungkasnya.

BTM juga menyampaikan bahwa siapapun yang ditunjuk sebagai penjabat gubernur atau digelar PSU berulang kali, tidak akan mengubah komitmennya sebagai Gubernur pilihan
rakyat.

“Mau PSU 20 kali, mau ganti Penjabat Gubernur atau Wakil Gubernur, BTM tetap Gubernur Papua. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” tegasnya.

BTM pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu memilih pemimpin yang telah terbukti dan teruji dalam pengabdian, pelayanan publik, serta pembangunan masyarakat.

“Lima tahun ini menentukan lima tahun berikutnya. Jangan salah pilih,” serunya.

Diempat yang sama calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Papua, dalam kesempatan yang sama
menegaskan bahwa dirinya dan seluruh kader Golkar Papua memberikan dukungan penuh kepada Benhur Tomi Mano sebagai calon Gubernur Papua.

“Kami fungsionaris Golkar Papua, kader-kader dari tingkat kelurahan hingga kampung, semua mendukung penuh BTM. Meskipun perahu Golkar diberikan kepada Paslon nomor
urut 2, Matius Fakiri dan Aryoko Rumaropen, kami tetap berdiri mendukung BTM sebagai calon gubernur rakyat,” ungkap Constant Karma.

Ia juga menyesalkan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang tidak mempertimbangkan secara matang dinamika politik lokal di Papua.

“Kami pemilik perahu kuning ini tetap berdiri tegak di barisan rakyat bersama BTM,” tegasnya.

Dengan dukungan akar rumput yang semakin kuat dan konsolidasi politik yang solid, pasangan BTM-CK optimistis akan merebut kembali kemenangan rakyat dalam PSU
mendatang.

(har/rck)