SMP Negeri 1 Jayapura Gelar IHT, Gairahkan Semangat Pembelajaran Mendalam dan Reformasi Pendidikan

Jayapura, Teraspapua.com – Selama tiga hari berturut-turut, SMP Negeri 1 Jayapura menyelenggarakan In House Training (IHT) yang mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Melalui Pendekatan Deep Learning”.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa, 29 Juli 2025, di salah satu hotel di pusat Kota Jayapura oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, yang mewakili Kepala Dinas.

Dalam sambutannya, Purnama menegaskan bahwa pendidikan nasional saat ini tengah diarahkan pada transformasi menyeluruh.

Ia memaparkan 12 program prioritas Kemendikbudristek, yang meliputi penguatan karakter siswa, wajib belajar 13 tahun (TK hingga SMA), peningkatan kesejahteraan guru, pembelajaran mendalam deep learning, hingga penguatan literasi, numerasi, dan saintek.

“Deep learning bukan hanya sekadar metode, tapi pendekatan menyeluruh yang menuntut kolaborasi, inovasi, dan pemecahan masalah secara mendalam oleh siswa. Guru dan tenaga kependidikan harus siap mentransformasikan cara mengajar dan bekerja di era baru ini,” tegasnya lantang.

Ia juga menyoroti pentingnya monitoring kebiasaan siswa, seperti kedisiplinan waktu tidur, kehadiran, dan fokus belajar. Pendekatan pendidikan karakter melalui “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” diharapkan menjadi program nyata di sekolah.

Terkait kesejahteraan guru, Purnama menyebut peningkatan tunjangan sertifikasi dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta sejak Januari 2025 sebagai wujud perhatian pemerintah.

Selain itu, BOS Kinerja (Boskin) juga diberikan kepada sekolah penggerak seperti SMP Negeri 1 Jayapura senilai Rp35 juta untuk mendukung pelatihan dan pendampingan guru dalam penerapan deep learning.

Purnama juga menyampaikan informasi tentang pembaruan sarana prasarana melalui Dana Alokasi Umum (DAU), yang tahun ini dialokasikan untuk pembangunan aula dan toilet SMPN 1.

Meski tidak mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK), sekolah-sekolah lain seperti SMPN 4, 6, 7, dan 11 tetap menerima bantuan, yang kini langsung dikelola oleh pihak sekolah tanpa campur tangan dinas.

“Sekolah harus aktif menginput data kerusakan melalui Dapodik. Tim sarpras harus sigap agar kebutuhan riil sekolah terbaca oleh pusat,” ujarnya tegas.

Purnama menekankan bahwa program penguatan literasi, numerasi, coding, kecerdasan buatan (AI), serta pelestarian budaya lokal juga menjadi agenda penting. Ia mengajak SMPN 1 yang berada di wilayah adat Kampung Kayu Pulo untuk mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pembelajaran dan lomba seperti FLS2N.

Ia juga menyinggung kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan diberlakukan mulai Februari-Maret 2026. Meski tidak menjadi penentu kelulusan, nilai TKA dapat dijadikan acuan untuk masuk jenjang pendidikan berikutnya. Soal TKA disusun 50% dari pusat dan 50% oleh guru daerah melalui pelatihan dan verifikasi.

“Kita harus membiasakan siswa berpikir analitis, bukan sekadar menjawab soal pilihan ganda. Soal numerasi dan literasi harus menjadi bagian dari pembelajaran harian,” kata Purnama, menutup dengan dorongan kuat kepada para guru untuk membentuk komunitas belajar mata pelajaran.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 1 Jayapura, Danton Hutapea, menekankan pentingnya IHT sebagai ruang belajar dan diskusi bagi guru dan staf.

“IHT ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi momentum berharga untuk menyerap ilmu dan mengaplikasikannya secara nyata di kelas. Saya harap bapak dan ibu mengikuti kegiatan ini secara utuh hingga akhir,” ujarnya penuh semangat.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak bisa berjalan tanpa sinergi antara guru, orang tua, dan komite. Ia juga mengingatkan bahwa deep learning bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga tenaga kependidikan, termasuk dalam hal administrasi dan pengelolaan arsip.

Sementara itu, Ketua Panitia IHT, Tenny Wijayanti, dalam laporannya menyebut bahwa pelatihan ini berlangsung dari tanggal 29 hingga 31 Juli 2025.

“Output dari pelatihan ini adalah para peserta dapat memahami, menganalisis, dan menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan, termasuk perumusan visi-misi, tujuan, capaian pembelajaran, serta perangkat ajar berbasis deep learning,” jelas Tenny.

Ia menambahkan bahwa IHT ini juga mendorong pemahaman perencanaan kegiatan kurikuler berbasis data sebagai landasan program kerja satuan pendidikan.

Dengan pelatihan ini, SMP Negeri 1 Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman, membentuk insan pendidik yang inovatif, serta menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.
(har/nov)