Kepala Kampung Koya Tengah Tegaskan Penggunaan Dana Kampung, Tindak Lanjut Pembangunan, dan Komitmen Jaga Keamanan

Kepala Kampung Koya Tengah Yunike Rollo (kiri) bersama Wali Kota Abisai Rollo dan PJ Sekda Ever Merauje ( foto Istimewa)

Jayapura, Teraspapua.com – Kepala Kampung Koya Tengah Yunike Rollo, menegaskan sejumlah hal penting terkait penggunaan dana kampung, tindak lanjut program pembangunan, serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, dalam program “Turun Kampung” yang digelar di Kampung Koya Tengah, Kamis (25/9/2025).

Kepala Kampung Koya Tengah menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, pengelolaan dana kampung sebesar lebih dari Rp8 miliar telah dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai program pembangunan fisik dan nonfisik.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah tidak dilaksanakannya pemilihan kepala kampung tahun ini. Dana yang semula dialokasikan untuk pelaksanaan pemilihan kepala kampung sebesar lebih dari Rp300 juta, yang telah cair pada tahap pertama, akan dialihkan penggunaannya sesuai petunjuk Wali Kota Jayapura.

“Dana untuk pemilihan kepala kampung yang tidak digunakan akan dialihkan ke kegiatan lain dan dimasukkan dalam tahap ketiga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) Perubahan,” jelas Kepala Kampung.

Selain itu, Kepala Kampung menyoroti masalah pengrusakan fasilitas kantor kampung oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ia menyampaikan bahwa para pelaku telah mendapat teguran langsung dari Wali Kota Jayapura.

“Sudah ada pernyataan bersama agar ke depan tidak boleh ada pemalangan, demo, atau pengrusakan fasilitas lagi. Pemerintah kampung juga telah melakukan perbaikan fasilitas yang rusak. Dengan pernyataan ini, kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya tegas.

Pemerintah kampung juga memberikan perhatian serius terhadap isu penyalahgunaan narkotika, terutama ganja, yang mulai merambah ke kalangan pemuda di wilayahnya. Sebagai langkah antisipasi, rencananya pada tahap ketiga program akan digelar sosialisasi bahaya narkotika yang melibatkan tokoh agama untuk mendekatkan pendekatan moral dan spiritual.

“Kami berharap melalui pendekatan agama, para pemuda yang selama ini menjadi pengguna narkotika dapat berubah dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut,” tambah Kepala Kampung.

Terkait program pembangunan fisik pada tahun 2025, Kampung Koya Tengah memprioritaskan pembangunan lima unit rumah layak huni. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jayapura turut mendukung dengan membangun dua unit rumah tambahan. Namun, Kepala Kampung mengakui tantangan dalam pelaksanaan program tersebut, karena sebagian masyarakat masih memilih tinggal di rumah semi permanen.

“Bapak Wali Kota Abisai Rollo menyampaikan bahwa rumah yang sudah dibangun secara permanen harus ditempati. Tidak boleh ditinggalkan lalu menuntut pembangunan atau rehabilitasi kembali,” jelasnya.

Kampung Koya Tengah sendiri memiliki 536 kepala keluarga dengan total penduduk sebanyak 2.086 jiwa yang tersebar di tiga Rukun Warga (RW). Wilayah kampung ini mencakup Perumahan Rollo Green, Perumahan Apernas, Permata Indah 3, dan Megapura 3.

Penggunaan dana kampung tahun 2025 diprioritaskan berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kampung dengan fokus pada sektor pendidikan,
kesehatan, dan ketahanan pangan. Sejauh ini, pemerintah kampung telah berhasil membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, membangun pagar di PAUD Rollo Green, serta menjalankan program ketahanan pangan melalui pembagian bibit ikan lele.

“Tahun ini, 26 kepala keluarga menerima bantuan bibit lele sebanyak 20 ribu ekor sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di kampung kami,” tutup Yunike Rollo.

Dengan berbagai program pembangunan yang terus berjalan dan komitmen kuat menjaga keamanan serta ketertiban, Kampung Koya Tengah bertekad meningkatkan kualitas hidup
masyarakatnya dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta sejahtera bagi seluruh warga.

(Tenj/Rio))