banner 325x300

Ibadah Natal Tou Kawanua Satukan Dua Kubu, Rajut Kembali Tali Persaudaraan

Suasana Perayaan Natal Bersama, Tou Kawanua Papua, Gedung Walewangko, Entrop, Kota Jayapura (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Perayaan Natal bersama Tou Kawanua Papua berlangsung penuh sukacita di Gedung Walewangko, Entrop, Kota Jayapura, Sabtu (6/12/2025).

Ibadah Natal mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Torang Semua Bersaudara”, yang mencerminkan kerinduan untuk memperkuat kembali
ikatan persaudaraan warga Kawanua di Papua.

banner 325x300

Dalam refleksi Natal, Pdt. Robert Marani mengatakan, kehadiran Tuhan Yesus ke dunia berawal dari keluarga. Menurutnya, keluarga adalah tempat pertama Allah menanamkan kasih-Nya.

“Keluarga adalah dasar dari ketahanan masyarakat. Jika keluarga rapuh, maka masyarakat pun akan melemah. Demikian pula keluarga besar Kawanua di Papua, bila retak maka kondisi kita ikut rapuh. Ketika keluarga dipulihkan, masa depan akan menjadi terang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Injil Matius menggambarkan kedatangan Yesus bukan hanya untuk menebus dosa, tetapi juga menyembuhkan dan memulihkan kehidupan keluarga.

“Natal kali ini menjadi kesempatan bagi Tuhan untuk menyembuhkan keluarga besar Kawanua Provinsi Papua,” tuturnya.

Ketua Umum Kerukunan Kawanua Papua (KKP), Yori Lumingkewas, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas perayaan Natal bersama setelah tiga tahun warga Kawanua merayakan secara terpisah.

“Sungguh luar biasa, puji Tuhan malam ini kita dapat bersama dalam ibadah Natal yang suci. Harapan saya, momen ini mempererat tali kasih persaudaraan Kawanua dalam mewujudkan persatuan kembali,” katanya.

Yori juga menegaskan bahwa warga Kawanua adalah bagian dari masyarakat Kota Jayapura dan Provinsi Papua. Karena itu, ia meminta bimbingan dan pembinaan dari pemerintah provinsi maupun kota.

“Kami sebagai warga Papua akan selalu taat terhadap aturan hidup bermasyarakat, bersama etnis lain, terlebih bersama masyarakat asli Papua,” tambahnya.

Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Provinsi Papua, Johan Kawatu juga memberikan apresiasi terhadap suasana kebersamaan yang tercipta. Ia merasakan sukacita dan keharuan warga Kawanua sepanjang perayaan.

“Ekspresi bapak-ibu menunjukkan sukacita yang mendalam. Saya juga melihat keharuan ketika para pemimpin menyanyikan lagu yang menyentuh kita semua, sebagai tekad untuk kembali bersatu dalam rumah besar Tou Kawanua Walewangko,” ungkapnya.

Ia menilai perayaan yang berhasil mempersatukan dua kubu ini merupakan buah dari peran Tonaas Benhur Tomi Mano sebagai inisiator rekonsiliasi antara K3 Kota Jayapura, K3 Provinsi Papua, KKP Kota, dan KKP Provinsi. Proses ini juga dimediasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Stanley Bukara dan tokoh Kawanua, Ferry Runtuwene.

“Selama tiga tahun kita merayakan Natal secara terpisah. Malam ini yang jauh menjadi dekat, yang terpisah kini dipersatukan. Ini adalah langkah awal bagi kita untuk kembali merajut tali kasih sebagai keluarga besar Kawanua,” tegasnya.

Ketua K3 Provinsi menegaskan bahwa proses rekonsiliasi tidak berhenti sampai di sini. Upaya penyatuan akan terus dilakukan hingga seluruh organisasi Kawanua baik provinsi maupun kabupaten/kota berada dalam satu payung besar kerukunan.

“Kita percaya, dengan tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, rumah besar Walewangko akan terus menjadi tempat pemersatu. Kebersamaan ini akan diberkati Tuhan,” ujarnya.

Perayaan Natal bersama Tou Kawanua Papua ini menjadi tonggak penting bagi terjalinnya kembali persatuan setelah masa perpisahan yang cukup panjang, serta menegaskan kembali semangat “Torang Semua Bersaudara” di tanah Papua.

Wakil Ketua Panitia Natal dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan tersebut.

“Kami bersyukur karena malam ini menjadi momen luar biasa. Kita dapat berkumpul dengan satu tujuan, yaitu mempererat dan mempersatukan kembali warga Kawanua di dalam Tuhan,” ungkapnya.

(Har)