Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, meninjau langsung proses evakuasi warga yang tertimbun longsor di lokasi tambang tradisional Gajah Putih,
Kelurahan Numbai, Kota Jayapura, Selasa (17/2/2026).
Proses pencarian dan evakuasi korban telah berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan warga setempat, personel TNI – Polri, serta tim dari Basarnas.
Di lokasi kejadian, Abisai mengatakan dirinya berada di area tambang sejak pukul 14.00 hingga 20.00 WIT untuk memastikan seluruh proses evakuasi berjalan maksimal.
“Sudah tiga hari evakuasi dilakukan oleh warga, TNI – Polri, dan Basarnas. Saya datang hari ini untuk melihat langsung prosesnya dan memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, aktivitas pendulangan emas tradisional di wilayah Kota Jayapura sebelumnya telah berulang kali diingatkan karena memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. Bahkan, pemerintah kota telah melakukan sosialisasi langsung ke sejumlah titik, termasuk kawasan Polimak.
“Saya tidak melarang masyarakat mencari nafkah. Tetapi kita harus melihat dampaknya. Aktivitas pendulangan ini sangat rawan bencana. Ketika terjadi longsor, bukan hanya penambang yang menjadi korban, tetapi juga bisa berdampak pada masyarakat sekitar,” kata Abisai.
Menurutnya, peristiwa longsor di Gajah Putih harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak terkait bahaya aktivitas tambang tradisional yang tidak terkelola dengan baik.
Pemerintah Kota Jayapura, lanjut dia, akan segera mengambil langkah tegas setelah seluruh proses evakuasi dan pemakaman korban selesai dilakukan.
“Setelah jenazah diangkat dan dimakamkan, lokasi ini akan dipasang garis polisi agar tidak ada lagi aktivitas pendulangan,” tegasnya.
Abisai juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan aktivitas tambang ilegal tersebut. Ia menyebut telah bertemu dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan untuk menyampaikan kondisi di lapangan.
“Mereka meminta data, dan nanti akan ada tim yang turun untuk membantu menghentikan seluruh aktivitas pendulangan emas di Kota Jayapura,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota turut menyoroti masih adanya aktivitas pendulangan di sejumlah titik dalam kota, termasuk di kawasan Bambu Kuning. Ia berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk menghentikan kegiatan tersebut demi keselamatan bersama.
“Saya harap ada kesadaran dari kita semua. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan kembali menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Ia juga mengajak para pemilik hak ulayat dan tokoh adat setempat, termasuk para ondoafi, untuk bersama-sama menjaga wilayah Kota Jayapura dari aktivitas pendulangan liar yang berpotensi membahayakan.
“Saya berharap kepada para pemilik tanah dan para ondoafi, mari kita jaga kota ini. Jangan biarkan aktivitas berisiko ini terus terjadi dan menimbulkan korban lagi,” ujarnya.
(red)















