Jayapura, Teraspapua.com – Pimpinan dan Anggota DPR Kota Jayapura terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama dalam memastikan pasokan listrik aman menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, para wakil rakyat menyambangi kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait kesiapan pasokan listrik.
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan ketersediaan suplai listrik tetap aman dan stabil selama perayaan Idul Fitri. DPR Kota Jayapura menilai, keandalan listrik menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat saat hari raya, mengingat meningkatnya aktivitas rumah tangga maupun kegiatan keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, DPR meminta pihak PLN memastikan tidak terjadi pemadaman saat pelaksanaan Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, langkah antisipatif terhadap potensi gangguan jaringan juga menjadi perhatian utama.
Ketua DPR Kota Jayapura, Theos Revelino B. Ajomi, didampingi Wakil Ketua I Max Karubaba, Wakil Ketua III, Ferdinan Hanuebi mengatakan, kunjungan yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari agenda rutin DPR Kota Jayapura setiap menjelang hari besar keagamaan, baik Idul Fitri maupun Natal dan Tahun Baru.
“Hari ini kami dari DPR Kota Jayapura ingin memastikan secara langsung kesiapan kelistrikan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Menurutnya, DPRK perlu turun ke lapangan untuk mengetahui secara detail kondisi pasokan listrik di Kota Jayapura, termasuk kesiapan teknisi yang disiagakan selama 24 jam guna mengantisipasi potensi gangguan.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi kedewanan dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik, agar masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan aman dan nyaman tanpa kendala kelistrikan.
Sementara itu, Manajer UP3 Jayapura, Marthen Henderson, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terus dibangun bersama DPR Kota Jayapura dalam melakukan pengawasan sector kelistrikan.
Ia mengaku berterima kasih karena DPR senantiasa hadir dan berkolaborasi dalam memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat berjalan optimal.
“Kami sangat berterima kasih karena DPRK selalu bersama-sama dengan kami, bersinergi dalam melakukan pengawasan terkait kelistrikan di Kota Jayapura,” ujarnya.
Marthen menambahkan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar sistem kelistrikan di Kota Jayapura dapat memenuhi standar yang ditetapkan dan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh pelanggan.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam rangka kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Secara garis besar, pihaknya akan memulai masa siaga mulai 15 Maret mendatang.
Menurutnya, langkah tersebut telah menjadi prosedur tetap (protap) yang dijalankan setiap menghadapi hari besar keagamaan. Masa siaga akan berlangsung hingga Idul Fitri.
Dalam periode tersebut, PLN juga akan memastikan pengamanan dan keandalan pasokan listrik, khususnya di masjid-masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan guna menjamin kelancaran ibadah masyarakat tanpa gangguan kelistrikan.
Ia menambahkan, selain tempat ibadah, PLN juga akan melakukan pengamanan kelistrikan di sejumlah objek vital, seperti bandara, pelabuhan, serta pusat perbelanjaan atau mal.
Menurutnya, hingga memasuki masa siaga pada 15 Maret mendatang, pihaknya masih melaksanakan sejumlah langkah preventif berupa pemeliharaan jaringan. Kegiatan tersebut mencakup perbaikan dan penyempurnaan (penyeksian) jaringan, penataan ulang instalasi, hingga penggantian peralatan yang masa pakainya telah habis.
Langkah pemeliharaan itu, kata dia, memang berpotensi menimbulkan pemadaman sementara. Namun hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi prima saat memasuki puncak perayaan Idul Fitri.
“Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura berharap DPR Kota Jayapura terus memberikan dukungan melalui umpan balik, arahan, motivasi, serta kritik dan saran yang konstruktif demi peningkatan pelayanan kelistrikan di Kota Jayapura,” ucapnya.
Manajemen PLN menegaskan, sinergi tersebut tidak hanya dibutuhkan pada masa siaga menjelang Idul Fitri, tetapi juga secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Hal ini menurutnya sangat penting agar upaya menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, ramah lingkungan, dan berkualitas dapat terwujud, sehingga seluruh masyarakat Kota Jayapura benar-benar merasakan pelayanan listrik yang aman, nyaman, dan semakin baik.
Ditempat yang sama Assistant Manager Jaringan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Rian Adimas, memaparkan kesiapan siaga pengamanan listrik selama periode Idul Fitri.
Dalam penjelasannya, Rian menyebutkan bahwa sistem kelistrikan Jayapura saat ini berada dalam kondisi siap dan mencukupi. Daya mampu tercatat sebesar 124,5 megawatt (MW).
Sementara itu, beban puncak siang tertinggi mencapai 91,77 MW dengan cadangan daya sebesar 32,73 MW. Adapun beban puncak malam tertinggi tercatat 90,37 MW dengan cadangan daya sebesar 34,13 MW.
Data tersebut menunjukkan bahwa sistem kelistrikan Jayapura memiliki cadangan daya yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik selama perayaan Idul Fitri.
Rian Adimas, juga memaparkan kesiapan personel dan sarana pendukung selama masa siaga Idul Fitri.
Ia menjelaskan, total personel siaga yang dikerahkan sebanyak 279 orang. Jumlah tersebut merupakan gabungan pegawai PLN, petugas Yantek, Icon Plus, serta mitra kerja. Masa siaga akan berlangsung mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026.
“Untuk mendukung operasional, PLN menyiapkan 17 posko siaga yang tersebar di sejumlah titik strategis. Selain itu, tersedia tiga lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna melayani kebutuhan kendaraan listrik,” jeasnya.
Rian menambahkan, terdapat 24 lokasi yang menjadi prioritas pengamanan dan mendapat perhatian khusus, di antaranya masjid, Mal, Kantor Gubernur, serta pusat-pusat keramaian lainnya.
Dari sisi operasional pembangkit, hari operasi (HOP) sistem kecil rata-rata mencapai 8,7 hari, dengan HOP tertinggi 52,32 hari dan terendah 1 hari.
Sementara itu, peralatan pendukung yang disiagakan meliputi GPS, UGB, ACOS TR, mobile genset, hingga mobile crane dengan total 63 unit.
“Adapun kendaraan operasional berupa mobil dan sepeda motor yang disiapkan berjumlah 64 unit. Material cadangan untuk penanganan gangguan dan kebutuhan fast moving juga tersedia dalam jumlah memadai di masing-masing posko,” ujarnya.
Dikatakan, langkah preventif terhadap potensi gangguan telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari pemeliharaan jaringan menggunakan mitra maupun metode PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan), hingga pemeliharaan pada titik-titik vital (key point) sistem kelistrikan,” pungkasnya.
(Har)















