TIMIKA, TERASPAPUA.COM – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut Komandan Wilayah TPNPB-OPM Kodam III Balamai Dulla, Hermanus Hogajau alias Pontianus Hogaja, bersama tiga anggota kelompoknya tewas dalam kontak senjata dengan pasukan TNI di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Menurut Lucky, empat orang yang disebut tewas dalam kontak senjata tersebut masing-masing bernama Hermanus Hogajau, Malobega Hogajau, Eselon Hogajau dan Aguni Hogajau.
Kontak senjata itu melibatkan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III dengan kelompok yang disebut TPNPB-OPM.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 25 September 2026. Sebelum kontak senjata, aparat menyatakan telah mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata yang disebut hendak memasuki wilayah permukiman warga.
Dalam keterangan tertulis pada Selasa (29/9/2026), Lucky mengatakan identifikasi terhadap empat orang tersebut dilakukan setelah aparat melakukan pendalaman terhadap peristiwa kontak senjata.
“Keempatnya telah teridentifikasi sebagai Hermanus Hogajau, Malobega Hogajau, Eselon Hogajau dan Aguni Hogajau,” kata Lucky dalam keterangannya.
Lucky menyebut Hermanus Hogajau merupakan salah satu tokoh kelompok bersenjata yang oleh aparat dikaitkan dengan sejumlah aksi kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Papua Tengah.
Menurut dia, kelompok yang dipimpin Hermanus disebut melakukan kekerasan terhadap warga yang menolak permintaan kelompok tersebut.
“Kelompok Hermanus Hogajau tidak sungkan melukai bahkan membunuh siapapun yang menolak permintaan kelompoknya,” ujar Lucky.
Ia juga mengaitkan kelompok tersebut dengan sejumlah dugaan tindak kekerasan, antara lain pemerkosaan, perampokan, penculikan serta pembakaran fasilitas umum seperti gereja dan sekolah.
Namun, tuduhan tersebut merupakan klaim aparat yang disampaikan dalam keterangan resmi terkait operasi tersebut. Dalam keterangan yang tersedia, tidak dirinci status hukum maupun putusan pengadilan terhadap Hermanus Hogajau dan tiga orang lainnya terkait tuduhan-tuduhan tersebut.
Lucky mengatakan kontak senjata terjadi setelah aparat mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata di sekitar wilayah Distrik Agisiga.
Menurut versi TNI, Hermanus Hogajau disebut menjadi pihak yang terlebih dahulu melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI.
Lucky menyebut tembakan tersebut menggunakan senapan mesin dan kemudian memicu kontak senjata antara kedua pihak.
Sebelum kontak senjata, kata dia, aparat telah melakukan pendekatan persuasif terhadap kelompok tersebut. Namun, upaya tersebut disebut tidak berhasil.
“Upaya persuasif telah dilakukan sebelum kontak senjata, namun kelompok tersebut kemudian melepaskan tembakan,” kata Lucky.
Dalam kontak senjata tersebut, empat anggota kelompok yang disebut TPNPB-OPM dilaporkan tewas. Sementara sejumlah anggota lainnya disebut melarikan diri ke kawasan hutan.
Di sisi lain, Lucky menyatakan tidak ada prajurit TNI yang menjadi korban dalam kontak senjata tersebut.
Lucky mengatakan tindakan aparat dilakukan untuk mencegah kelompok bersenjata memasuki wilayah permukiman masyarakat di sekitar Distrik Agisiga.
Menurut dia, keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman dinilai dapat mengancam keamanan masyarakat.
Ia menyebut terdapat 10 kampung di wilayah Distrik Agisiga yang aktivitas sosial dan ekonominya tetap berjalan setelah situasi berhasil dikendalikan.
“Situasi di wilayah tersebut dapat dikendalikan dan aktivitas masyarakat di 10 kampung tetap berjalan,” ujarnya.
Lucky mengatakan aparat akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan keamanan di wilayah tersebut guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pangkogabwilhan III menegaskan TNI bersama Polri dan aparat penegak hukum akan terus melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan di Papua.
Menurut Lucky, setiap tindakan personel TNI dalam menjalankan tugas di wilayah operasi tetap mengacu pada ketentuan hukum dan aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE).
“Seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku,” katanya.
Ia mengatakan keselamatan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan tugas aparat di wilayah operasi.
Karena itu, aparat disebut akan berupaya mencegah terjadinya kekerasan maupun gangguan keamanan yang dapat berdampak terhadap masyarakat sipil.
Lucky berharap masyarakat di Distrik Agisiga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman setelah situasi pascakontak senjata berhasil dikendalikan.
Ia juga menyatakan aparat akan terus menjaga keamanan wilayah tersebut dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berlangsung.
(red)












