Jayapura, Teraspapua.com – Insiden jebolnya bak penampungan air di venue Venue Softball Dan Baseball PON XX Papua yang berada di kompleks Lanud Silas Papare, ternyata bukan proyek yang dikerjakan oleh PT.Nindya Karya (Persero).
Walau insiden ini sempat viral di media sosial. Tapi pihak PT. Nindya Karya (Persero) langsung memberikan klarifikasi, agar hal ini tidak membias, apalagi perhelatan PON XX sudah dimulai.
Selain itu juga, akses jalan masuk ke venue Baseball Uncen Kota Jayapura yang tergenang air juga bukan dikerjakan oleh perusahan ini. Karena di Vinue itu PT. Nindya Karya hanya mengerjakan lapangan, Tribun dan saluran air.
Project Manager PT. Nindya Karya (Persero), Yan Ananta Tomazya mengatakan, venue Baseball sudah dikerjakan dan sudah selesai di tahun 2020, bahkan sudah diserahterimakan kepada Disorda Provinsi Papua.
” Kami sudah membuat saluran khusus untuk pembuangan air ke saluran utama. Setelah pekerjaan selesai masuk proyek baru di tempat yang sama yaitu pekerjaan jalan, saluran dan pembangunan pagar. Itu di luar PT. Nindya Karya (Persero),” tuturnya kepada sejumlah awak media di Kota Jayapura, Jumat (24/9).
Yan Ananta Tomazya juga merincikan, menjelang PON XX Papua, pihaknya telah mengerjakan beberapa venue, seperti Softball dan Baseball Uncen dan AURI, arena menembak indoor Kampung Harapan, arena menembak outdoor AURI dan Goor STT GIDI.
“Jadi, kita fokus untuk pembangunan venue seperti tribun dan lapangan. Semuanya sudah di serah terimakan di bulan Oktober tahun 2020,” kata Yan..
Kemudian lanjut Ananta Tomaszya, jebolnya bak penampungan air di venue Softball dan Baseball di kompleks Lanud Silas Papare Kabupaten Jayapura itu bukan dikerjakan oleh Nindya Karya.
Kembali ditegaskan, PT Nindya Karya persero terbatas untuk pembangunan Tribun dan lapangan itu sendiri. Tapi menurut dia bak penampungan air tersebut pembangunannya berdekatan dengan ruang genset yang di bangung oleh pihak perusahan mereka.
Sehingga, sangat disayangkan ketika bak penampungan air itu jebol dan menjadi viral di media social. Terkesan itu adalah pekerjaan kami. Termasuk juga di arena menembak terkesan ada yang belum selesai padahal ada perusahaan lain yang mengerjakan pagar dan area parkir dan saluran.
Termasuk lanjut dia, di STT GIDI pembangunan area kawasan di bangunan kami dinding yang sudah kita cat rapi ada yang sengaja membuang cat warna. “Namun karena masih dalam pemeliharaan sehingga kami kembali merapikan cat itu,” jelasnya.
Artinya menurutnya, apapun yang menyangkut kegiatan di kami yang masih berada di masa pemeliharaan akan diperbaiki segera.
Untuk serah terima pekerjaan tahap I sudah dilakukan di bulan Oktober tahun 2020 dan serah terima tahap II menyusul di bulan Oktober tahun 2021,” tutupnya.
(Let)









