banner 325x300
FOKUS  

Dari Mushola, Umroh Gratis, Hinggah TPU, BTM Tinggalkan Warisan Toleransi dan Kepedulian di Kota Jayapura

Tokoh Muslim Papua, Mantan Ketua Pembangunan Musholah BTM (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Sosok Benhur Tomi Mano (BTM), Calon Gubernur Papua nomor urut 1, dikenal luas sebagai pemimpin pluralis yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Jayapura dua periode (10 tahun), BTM telah membuktikan komitmennya dalam membangun kerukunan, khususnya melalui kebijakan dan perhatian yang konsisten terhadap kebutuhan umat beragama, termasuk umat Muslim di Kota Jayapura.

Kepedulian ini diakui langsung oleh salah satu tokoh Muslim Papua, yang juga merupakan mantan ketua panitia pembangunan Musholah BaiTul Maqdis (BTM), tapi juga pengurus Ulil Albab , Fachrudin Pasolo.

Dalam wawancaranya bersama Teraspapua.com, Jumat (20/6/2025), Facrudin Pasolo menyebut bahwa BTM merupakan pemimpin visioner yang selalu mewujudkan setiap visinya dalam bentuk nyata.

“Semua yang menjadi visi beliau selalu diwujudkan. Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan BTM mendapat banyak penilaian positif, baik dari Universitas Cenderawasih dalam evaluasi kinerja, maupun dari Kementerian Dalam Negeri,” ujar Pasolo.

Salah satu langkah konkret BTM adalah membentuk wadah koordinasi kegiatan keagamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim yang diberi nama Kelompok Pengajian Ulil Albab.

Wadah ini aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk Safari Ramadan yang secara rutin dilaksanakan.

“Selama dua periode kepemimpinan BTM, kebijakan terkait kehidupan beragama di Kota Jayapura tidak pernah menunjukkan diskriminasi. Bahkan, atas keberhasilan menjaga kerukunan antarumat beragama, Kota Jayapura dianugerahi Harmoni Award oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” tambah Pasolo.

Simbol toleransi tersebut kini diabadikan dalam bentuk tugu kerukunan di pertigaan Kantor Distrik Jayapura Selatan. BTM juga dinilai memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan mushola dan tempat pemakaman muslim

Kepedulian BTM tidak berhenti pada tataran kebijakan administratif. Dalam hal infrastruktur keagamaan, khususnya bagi umat Muslim, BTM juga memberikan perhatian lebih.

“Di zaman beliau, jumlah masjid dan mushola yang dikunjungi mencapai lebih dari 150 titik. Tak hanya sekadar kunjungan, beliau juga memberikan bantuan, baik secara pribadi maupun melalui pemerintah,” jelas Pasolo.

Salah satu inisiatif monumental BTM adalah pembangunan sebuah mushola di kompleks Kantor Wali Kota Jayapura. Mushola tersebut dinamakan Baitul Maqdis (BTM), yang kini menjadi tempat ibadah utama ASN Muslim di lingkungan pemerintahan.

“Ide pembangunan mushola itu bukan dari kami pejabat Muslim, melainkan lahir dari pemikiran BTM sendiri. Beliau melihat pentingnya efisiensi waktu ibadah bagi ASN Muslim dan kesiapan fasilitas untuk tamu dari luar daerah,” ujar Pasolo.

Selain itu, BTM juga menggagas pembangunan tempat pemakaman khusus Muslim di Buper Waena, sebagai solusi atas mahalnya biaya pemakaman di Abe Pantai.

“Pemimpin Muslim pun belum pernah memikirkan hal ini, tapi BTM yang non-Muslim justru hadir dengan solusi konkret,” ungkap Pasolo dengan penuh takzim.

Dikatakan, dalam kepemimpinannya, BTM juga mencetuskan program umroh gratis untuk umat Muslim yang telah memenuhi syarat.

Setiap tahun, ia memberikan perhatian khusus kepada jemaah haji dari Jayapura, bahkan ikut mempromosikan identitas daerah lewat busana batik Papua yang dikenakan di Tanah Suci.

“Program ini adalah bagian dari visinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman. Semua kebijakan keagamaan beliau lahir dari visi yang kuat dan konsisten,” terang Pasolo.

Lanjut dikatakan, kepedulian BTM terhadap pembinaan keagamaan juga berdampak pada peningkatan prestasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Menurut Pasolo, sebelum BTM menjabat, LPTQ Kota Jayapura tidak pernah meraih juara umum dalam ajang STQ dan MTQ tingkat provinsi.

“Sejak beliau menjabat dan saya ditunjuk sebagai ketua, kami berhasil meraih juara umum lima kali berturut-turut, termasuk tahun ini. Kami juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jayapura saat ini, Abisai Rollo, yang meneruskan dukungan terhadap LPTQ,” ujarnya.

Pasolo menyebut BTM sebagai sosok pemimpin yang bekerja dengan hati dan penuh komitmen.

“Belum pernah saya temui pemimpin seperti BTM. Kalau ada kegiatan yang akan digelar esok hari, beliau bisa datang tengah malam untuk memastikan kesiapan. Beliau sangat detail dan fokus dalam setiap program,” katanya.

Dengan segala pencapaian, sikap inklusif, dan kepeduliannya terhadap umat dari berbagai agama, Pasolo menegaskan bahwa BTM adalah sosok yang pantas memimpin Papua ke depan.

“Beliau bukan hanya pemimpin, tapi pengayom bagi semua umat,” tutupnya.

(Rck/Nv)