Serui, Teraspapua.com – Dukungan politik terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM–CK), semakin kuat dan mengakar di berbagai wilayah Papua.
Salah satu titik paling mencolok dari gelombang dukungan tersebut muncul di Kabupaten Kepulauan Yapen, di mana Partai NasDem tampil total mendukung pasangan nomor urut 1.
Yang menarik, sikap terbuka dan militansi NasDem di Yapen ini muncul meski secara formal partai tersebut tergabung dalam koalisi besar pasangan calon nomor urut 2, Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari–Yo).
Namun, di lapangan, dinamika politik menunjukkan arah berbeda. Di Yapen, NasDem memilih berjalan di garis depan untuk memenangkan BTM–CK pada Pemungutan Suara Ulang (PSU), 6 Agustus mendatang.
Pada Sabtu (28/6/2025), DPD Partai NasDem Kepulauan Yapen menggelar kegiatan konsolidasi bertajuk Pertemuan Terbatas Relawan dan Simpatisan di Kota Serui. Meski disebut “terbatas”, acara ini justru menjadi ajang konsolidasi besar-besaran yang dipenuhi oleh kader, simpatisan, relawan, jajaran struktur partai hingga anggota legislatif dari NasDem.
Turut hadir langsung calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma didampingi istri tercinta, Regina Rumbiak Karma. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para pendukung.
Nampak pula jajaran partai koalisi pendukung BTM-CK, seperti PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), yang turut meramaikan suasana.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya ruangan. Kursi-kursi yang disediakan tak mampu menampung jumlah peserta yang terus berdatangan. Suasana berubah menjadi lautan semangat dan teriakan dukungan terhadap BTM–CK.
Puncak acara terjadi saat Sekretaris DPD NasDem Yapen, Ade Yullen Banua (AYB), naik ke panggung dan menyampaikan orasi politik yang membakar semangat. Dalam pernyataannya, AYB menegaskan bahwa Partai NasDem di Yapen tidak bermain-main dalam Pilgub Papua kali ini.
“NasDem tidak datang setengah hati. Kami hadir dengan kekuatan penuh! Kami tidak main di belakang layar—kami berdiri di garis terdepan. BTM–CK adalah masa depan Papua,” tegas AYB dengan penuh semangat, disambut sorakan “Menang!” dari ratusan relawan.
Dengan mengenakan kaos bertuliskan “NasDem Sayang Kamu”, AYB juga memberi penghormatan khusus kepada Relawan Manis (singkatan dari Manderi–Anis), sebuah gerakan akar rumput yang sudah terbukti solid sejak Pilkada Yapen sebelumnya.
“Relawan Manis bukan euforia sesaat. Mereka terbukti solid sejak Pilkada Yapen. Kini mereka kembali hadir, menyatu dengan kekuatan NasDem. Mereka militan, cerdas, dan mengakar hingga ke kampung-kampung,” ungkapnya.
Kegiatan konsolidasi itu tidak hanya menjadi forum orasi, tetapi juga simbol kesatuan perjuangan. Secara spontan, para relawan dari berbagai kampung berdiri serempak dan menyatakan sumpah dukungan untuk BTM–CK.
Bahkan, momen haru pun terjadi ketika AYB turun dari panggung dan memeluk para tokoh adat satu per satu, tindakan yang menunjukkan penerimaan dan ikatan solidaritas dalam gerakan politik ini.
Tak kalah kuat, barisan relawan perempuan Papua juga tampil luar biasa militan. Mereka memekikkan yel-yel dukungan sambil mengangkat jari telunjuk sebagai simbol nomor urut 1.
“Hari ini bukan soal politik semata. Ini tentang masa depan tanah ini. Dan kami, perempuan Papua, siap berdiri paling depan” seru seorang relawan perempuan dari atas panggung, disambut gemuruh tepuk tangan dari peserta.
Dukungan dari partai-partai pendukung BTM–CK, seperti PDI Perjuangan dan PKN, semakin memperkuat gerakan politik ini di lapangan. Para pengurus partai yang hadir tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga menyatakan kesiapan penuh untuk bergerak bersama rakyat hingga ke akar rumput.
Kami ingin lawan politik tahu: NasDem datang bukan untuk ikut-ikutan. Kami datang untuk memimpin kemenangan. Dan bersama Relawan Manis, kemenangan itu sudah di depan mata.
Dengan konsolidasi yang militan, struktur partai yang aktif, serta jaringan relawan yang mengakar hingga ke kampung-kampung, NasDem di Yapen membuktikan bahwa dukungan terhadap BTM–CK bukan sekadar simbol politik, tetapi lahir dari keyakinan akan kepemimpinan yang bisa membawa perubahan.
Pasangan BTM–CK tidak hanya dinilai punya rekam jejak birokrasi dan kepemimpinan yang solid, tetapi juga membawa harapan baru dalam tata kelola Papua ke depan. Dan NasDem, meski berada dalam koalisi lain di tingkat pusat, memilih mendengarkan suara akar rumput.
(rm/rck)













