Polda Papua Kerahkan 347 Personel Tekan Pelanggaran Lalu Lintas

Jayapura,Teraspapua.com – Hari ini, apel gelar pasukan resmi menandai dimulainya Operasi Patuh 2025 yang digelar serentak di 38 provinsi seluruh Indonesia, termasuk Papua. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.

Demikian hal itu disampaikan oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige Renwarin, pada apel gelar pasukan operasi patuh Cartenz 2025, di halaman Mapolda, Senin (14/7/2025).

Dijelaskan Irjen Patrige, tujuan utama Operasi Patuh 2025 adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman pasca perayaan Hari Bhayangkara 2025.

“Operasi ini diharapkan bisa menunjang situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah Papua,” tegas Irjen Patrige.

Menurut data Korlantas, pelanggaran lalu lintas justru meningkat. Jumlah tilang naik 11 persen, dari 1.322 kasus di 2023 menjadi 1.468 kasus di 2024. Sementara itu, teguran juga naik 5 persen, dari 5.223 menjadi 5.896 kasus. Namun, ada kabar positif terkait angka kecelakaan lalu lintas. Kasus kecelakaan turun 3 persen, korban meninggal turun drastis 43 persen, dan kerugian materi berkurang 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, luka berat dan luka ringan sedikit naik masing-masing 6 persen dan 2 persen.

Kapolda Papua menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi kompleksitas masalah lalu lintas.

“Penanganan permasalahan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polri. Kami perlu dukungan dari berbagai pihak agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Operasi Patuh Cartenz 2025 menargetkan aspek pengendara, kelengkapan surat-surat, penggunaan helm, dan aspek lokasi rawan pelanggaran. Selain penegakan hukum secara elektronik dan teguran simpatik kepada pelanggar, personel juga akan mengedukasi masyarakat lewat sosialisasi, pemasangan spanduk, banner, baliho, serta penyebaran leaflet dan stiker melalui berbagai media cetak, elektronik, dan sosial media.

Untuk wilayah Papua, Dirlantas Polda Papua Kombes Pol Tri Yulianto menyebutkan sebanyak 347 personel dikerahkan.

“Tujuannya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, mengurangi fatalitas korban, serta meningkatkan budaya tertib berlalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pengawasan terhadap penyebaran berita hoaks terkait operasi ini di media sosial dan media mainstream untuk menjaga opini publik tetap positif dan akurat.