Biak, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menegaskan komitmennya untuk menjadikan generasi muda, khususnya generasi Z, sebagai motor penggerak utama pembangunan di Provinsi Papua.
Hal itu ia sampaikan dalam sebuah dialog terbuka bersama pemuda di Kampung Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Jumat malam (18/7/2025).
Dalam suasana hangat dan penuh semangat, BTM menyampaikan keprihatinannya sekaligus harapan besar terhadap masa depan Papua yang kini didominasi oleh usia produktif.
Ia menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen penduduk Papua hari ini adalah generasi muda, sebuah bonus demografi yang menurutnya sangat potensial namun juga rentan jika tidak dikelola dengan serius.
“Jika generasi ini tidak diberi ruang dan dukungan, maka Papua tidak akan pernah maju. Saya percaya masa depan Papua tidak dibangun dari menara gading, tetapi dari panggung-panggung kecil tempat anak muda menunjukkan kreativitas, membangun UMKM, dan menghasilkan ide-ide besar dari basecamp yang sederhana.” tegasnya.
Berbeda dari banyak calon pemimpin yang hanya menyampaikan janji manis menjelang pemilu, BTM justru datang dengan rencana kebijakan konkret. Ia menyatakan, jika dirinya dipercaya memimpin Provinsi Papua, satu persen dari total anggaran pembangunan provinsi akan dialokasikan khusus untuk program akselerasi pemuda.
BTM merinci sejumlah program prioritas yang disiapkan untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda Papua, antara lain:
Inkubasi bisnis digital, sebagai sarana mengembangkan startup teknologi di tanah Papua.
Pendanaan bagi UMKM pemula, untuk mendorong kemandirian ekonomi anak muda.
Pelatihan wirausaha berbasis komunitas, agar keterampilan lokal dapat dikembangkan secara terstruktur.
Hibah seni dan budaya, guna mendukung komunitas kreatif lokal dalam melestarikan dan memajukan budaya Papua.
Kartu Pemuda Produktif, sebagai akses untuk memperoleh bantuan, pelatihan, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan.
“Kami tidak datang membawa janji palsu, tapi komitmen kebijakan yang nyata. Kami akan merawat komunitas pemuda Papua dengan cara kami sendiri,” ungkap mantan Wali Kota Jayapura dua periode itu, disambut tepuk tangan dari para peserta diskusi.
BTM juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Papua agar tidak hanya menjadi pengamat atau pengkritik, tetapi menjadi aktor nyata perubahan.
“Kalian bukan lagi generasi yang tunduk pada politik uang. Kalian adalah generasi yang kritis, yang tahu membedakan mana pemimpin yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya menjelekkan orang lain demi kekuasaan,” ucapnya penuh semangat.
BTM mengajak generasi muda untuk bangkit, menyatukan energi, dan menumbuhkan kesadaran politik yang konstruktif. Ia mengingatkan bahwa perubahan besar dalam sejarah selalu lahir dari gerakan pemuda yang berpijak pada kecintaan terhadap tanah air dan keberanian untuk bermimpi.
“Gerakan cinta tanah sendiri bukan hanya kritik, tapi kerja nyata. Kita harus merawat harapan dan menolak dilupakan. Kalau saya berdiri di sini bersama kalian malam ini, maka saya berjanji akan berjalan bersama kalian, menumbuhkan gagasan dan ide besar dari tanah ini.”
Mengutip pidato legendaris Bung Karno, BTM menutup orasinya: “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya aku akan mengguncang dunia.” Menurutnya, pemuda Papua adalah kekuatan bangsa, bukan hanya tumpuan masa depan, tetapi juga penentu arah hari ini.
Dialog malam itu pun disambut antusias oleh para pemuda yang hadir. Salah satu peserta diskusi, Yance, menyatakan optimisme terhadap pasangan calon BTM – CK (Constant Karma).
“BTM – CK bukan orang baru dalam dunia pemerintahan. Mereka tahu medan, tahu kebutuhan rakyat, dan yang paling penting, program-program mereka sangat realistis serta tepat sasaran untuk membangkitkan potensi pemuda Papua,” kata Yance.
Bagi Yance dan teman-teman sebayanya di Biak, kehadiran BTM membawa harapan segar akan masa depan Papua yang lebih baik, di mana pemuda tidak hanya diajak hadir dalam pidato kampanye, tetapi benar-benar dilibatkan dalam agenda pembangunan secara aktif dan konkret.
(har/rck)














