Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura Abisai Rollo meninjau langsung tiga lokasi kebakaran yang terjadi di Kota Jayapura dalam kurun waktu satu minggu terakhir, Rabu (11/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga yang terdampak sekaligus memastikan penyaluran bantuan bagi para korban kebakaran.
Adapun tiga lokasi kebakaran yang dikunjungi berada di Kompleks Kodam Lama, Kelurahan Numbay, RT 03/RW 05, kemudian Jalan Agast Dok V, Kelurahan Bhayangkara, serta RT 05/RW 10 di belakang Kompleks TNI Angkatan Laut, Kelurahan Hamadi.
Dari ketiga lokasi tersebut, kebakaran terbesar terjadi di Kompleks Kodam Lama, Kelurahan Numbay. Peristiwa itu menghanguskan 22 unit rumah dan berdampak pada 22 kepala keluarga dengan total 64 jiwa.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Jalan Agast Dok V menghanguskan satu unit rumah yang dihuni oleh tiga kepala keluarga. Sedangkan di Kelurahan Hamadi, kebakaran terjadi pada bagian dapur rumah warga yang dihuni dua kepala keluarga.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengatakan, kehadiran pemerintah di lokasi kebakaran merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
“Saya berkunjung ke lokasi kebakaran untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta memberikan bantuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah. Kita juga ingin memastikan apa saja yang dibutuhkan oleh para korban,” kata Abisai.
Khusus untuk kebakaran yang terjadi di Kompleks Kodam Lama, Pemerintah Kota Jayapura menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari guna mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban.
Menurut Abisai, penetapan status tanggap darurat tersebut dilakukan mengingat jumlah rumah yang terbakar cukup banyak dan berdampak pada puluhan warga.
“Untuk kebakaran di Kompleks Kodam Lama terdapat 22 kepala keluarga atau 64 jiwa yang terdampak. Pemerintah telah memberikan bantuan sekaligus menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari,” ujarnya.
Selain meninjau lokasi di Kompleks Kodam Lama, Wali Kota juga mengunjungi lokasi kebakaran di Dok V yang berdampak pada satu rumah warga serta lokasi kebakaran di Hamadi yang hanya menghanguskan bagian dapur rumah.
Dalam kesempatan tersebut, Abisai juga mengimbau masyarakat Kota Jayapura agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian dalam penggunaan kompor maupun instalasi listrik.
“Saya berharap masyarakat lebih berhati-hati menjaga rumahnya. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah dimatikan dan peralatan listrik yang tidak digunakan dicabut,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, kondisi permukiman di Kota Jayapura yang sebagian besar memiliki jarak rumah cukup rapat membuat risiko kebakaran semakin besar jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Banyak rumah di Kota Jayapura yang jaraknya sangat dekat satu sama lain. Karena itu kita harus lebih berhati-hati agar kebakaran tidak mudah menyebar,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura Matius Pawara mengatakan pemerintah kota telah menyalurkan berbagai bantuan bagi para korban kebakaran di tiga lokasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dalam satu minggu terakhir terdapat tiga peristiwa kebakaran dengan jumlah korban yang berbeda di setiap lokasi.
“Di Kompleks Kodam terdapat 22 kepala keluarga dengan 64 jiwa yang terdampak. Di Dok V terdapat satu rumah dengan tiga kepala keluarga atau sembilan jiwa, sedangkan di Hamadi terdapat dua kepala keluarga dengan lima jiwa,” jelas Matius.
Khusus untuk kebakaran di Kompleks Kodam Lama, kata Matius, pemerintah kota menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari dengan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para korban.
“Kami membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan bagi para korban selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Selain menyediakan makanan, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan lainnya berupa sembako, peralatan dapur, serta perlengkapan tidur bagi para korban kebakaran.
Pemerintah Kota Jayapura juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak korban kebakaran yang masih bersekolah.
Menurut Matius, pemerintah telah menyiapkan seragam sekolah baru bagi para siswa yang terdampak kebakaran, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
Selain itu, pemerintah juga membantu pengurusan berbagai dokumen penting milik warga yang ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
“Kami juga membantu pengurusan dokumen penting yang terbakar seperti KTP, kartu keluarga, ijazah, dan surat-surat lainnya dengan berkoordinasi bersama instansi terkait,” katanya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Jayapura berharap para korban kebakaran dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari meski masih dalam masa pemulihan pasca musibah.














