STIE Port Numbay Perkuat Transformasi, Akreditasi Unggul dan Fasilitas Digital Jadi Kunci

Ketua Yayasan Cinta Tanah Air STIE Port Numbay Jayapura , Najarudin Toatubun (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan Halalbihalal 1447 Hijriah/2026 Masehi di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura, Jumat (24/4/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat akreditasi unggul untuk Program Magister Manajemen, serta pembukaan program studi baru jenjang sarjana.

Ketua Yayasan Cinta Tanah Air STIE Port Numbay, Najarudin Toatubun, mengatakan momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi, sekaligus bukti nyata dari kerja keras seluruh civitas akademika.

“Hari ini kita berada dalam suasana bahagia dan penuh sukacita, karena Halalbihalal dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat akreditasi unggul untuk Program Magister Manajemen, serta pembukaan Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan jenjang strata satu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari peran yayasan sebagai badan penyelenggara yang secara hukum memiliki tanggung jawab dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan optimal, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana.

“Yayasan memiliki kewajiban untuk menyiapkan seluruh kebutuhan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Apa yang kita lihat hari ini merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika,” katanya.

Secara historis, STIE Port Numbay telah mengalami perjalanan panjang. Kampus ini berdiri sejak 1996 dengan nama Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) Jayapura, sebelum kemudian bertransformasi menjadi STIE Port Numbay pada 18 Agustus 2000.

Najarudin menegaskan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan pendidikan demi memberikan kenyamanan bagi mahasiswa, termasuk pengembangan sistem pembelajaran berbasis digital.

Menurutnya, mahasiswa kini dapat mengakses proses pembelajaran secara daring dari mana saja, seiring dengan pengembangan fasilitas smart classroom yang tengah disiapkan.

“Kami ingin memastikan mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, tanpa kehilangan kedekatan dengan dosen. Ini menjadi bagian dari penguatan sarana dan prasarana yang terus kami kembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa STIE Port Numbay juga tengah menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia dalam upaya peningkatan fasilitas pendidikan, khususnya penyediaan ruang belajar berbasis teknologi.

“Dukungan dari PT Freeport Indonesia diharapkan dapat mempercepat pengembangan fasilitas pembelajaran modern, sehingga mendorong STIE Port Numbay untuk naik kelas menjadi institut, bahkan universitas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Alumni STIE Port Numbay, Leo Awom, menyampaikan rasa bangga atas perkembangan kampus yang dinilainya semakin menunjukkan kualitas dan daya saing.

Ketua Alimni Bersama staf akademik STIE Port Numbay (foto Arche/Teraspapua.com)

Sebagai alumni dari berbagai jenjang pendidikan di kampus tersebut, ia menilai capaian akreditasi unggul untuk program magister merupakan prestasi yang sangat membanggakan.

“Kami sebagai alumni merasa bangga. Ini pencapaian luar biasa yang menunjukkan bahwa kampus ini terus berkembang dan mampu bersaing,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa STIE Port Numbay telah melahirkan banyak lulusan yang kini berkiprah di berbagai bidang, termasuk di tingkat nasional.

“Ini menjadi bukti bahwa kampus ini memiliki kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

Dengan berbagai capaian tersebut, STIE Port Numbay Jayapura diharapkan terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

(arc)