Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Papua menggelar resepsi Bulan Bung Karno di Kantor DPD PDIP Papua, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan untuk mengenang jasa dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Acara diawali dengan prosesi hening cipta yang dipimpin Sekretaris DPD PDIP Papua, Surya Ibrahim, sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni 1970.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano, dalam pidatonya menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk meneladani dan melanjutkan cita-cita besar pendiri bangsa tersebut.
“Hari ini kita tidak hanya mengenang wafatnya Bung Karno. Kita hadir untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan cita-cita besar Sang Proklamator yang telah mempersembahkan hidupnya bagi kemerdekaan dan persatuan Indonesia,” ujar Benhur.
Mengusung tema “Papua dalam Napas Marhaenisme Bung Karno”, Benhur menekankan bahwa Papua memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia mengingatkan bahwa Bung Karno pernah menegaskan Revolusi Indonesia belum selesai sebelum Papua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Ia juga menyinggung tonggak sejarah Trikora yang dicanangkan pada 19 Desember 1961 sebagai upaya pembebasan Irian Barat, hingga akhirnya wilayah tersebut kembali ke dalam administrasi Indonesia pada 1 Mei 1963 melalui Perjanjian New York 1962.
Namun, menurutnya, perjuangan Bung Karno tidak hanya sebatas pembebasan wilayah, melainkan juga pembangunan manusia Papua. Salah satu wujud nyata adalah pendirian Universitas Cenderawasih pada 10 November 1962 sebagai perguruan tinggi pertama di Tanah Papua.
“Bung Karno memahami bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya membebaskan wilayah, tetapi juga mencerdaskan rakyatnya. Beliau ingin putra-putri Papua menjadi pemimpin di tanahnya sendiri,” katanya.
Benhur juga menyoroti kepercayaan Bung Karno terhadap Orang Asli Papua, yang tercermin dari penunjukan Eliezer Jan Bonay dan Frans Kaisiepo sebagai Gubernur Irian Barat pada masa awal integrasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa warisan terbesar Bung Karno bagi Papua adalah ajaran Marhaenisme, yang menekankan keberpihakan kepada rakyat kecil, semangat gotong royong, serta persatuan dan keadilan sosial.
“Papua yang kaya sumber daya alam harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Papua yang kaya budaya harus tetap menjaga identitas dan martabatnya. Papua harus maju tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan konsep Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Dalam kesempatan itu, Benhur juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Pidato Online Bulan Bung Karno 2026. Ia menilai, generasi muda Papua telah menunjukkan bahwa semangat dan pemikiran Bung Karno masih hidup.
“Teruslah belajar, membaca, dan berani menyampaikan gagasan. Masa depan Papua membutuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura dan DPC Kota Jayapura yang dinilai sebagai DPC terbaik dalam memeriahkan Bulan Bung Karno tahun ini.
Menurut Benhur, keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari kerja kolektif seluruh kader partai. Ia menyebut berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sejak awal Juni, mulai dari diskusi publik, peringatan Hari Pancasila, lomba pidato, kegiatan sosial, gerakan lingkungan, hingga puncak acara haul Bung Karno.
“Semua ini berjalan karena semangat gotong royong yang menjadi jiwa perjuangan PDI Perjuangan,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Benhur mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat persatuan dan pengabdian kepada rakyat.
“Bung Karno telah wafat, tetapi gagasan dan cita-citanya tidak pernah wafat. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu melawan kemiskinan, ketertinggalan, kebodohan, dan perpecahan, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Papua,” tutupnya.
(Arc)












