Jayapura, Teraspapua.com – Ratusan kader PDI Perjuangan se-Tanah Papua berkumpul di kediaman Komarudin Watubun dalam acara malam ramah tamah yang digelar di Waena, Kota Jayapura, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan gelombang ke-6 yang berlangsung di Jayapura.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, menyampaikan sejumlah pesan penting sekaligus mengenang perjalanan panjangnya bersama kader partai di Papua.
Di hadapan ratusan kader, Komarudin menceritakan awal perkenalannya dengan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, yang telah terjalin sejak masa perjuangan reformasi.
“Pak Tomi memanggil saya ‘suhu’ karena ada sejarahnya. Saat itu beliau masih menjabat sebagai Camat Abepura, dan kami bersama-sama turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi melawan pemerintahan Orde Baru,” kenangnya.
Ia mengisahkan, pada masa itu mereka bahkan sempat melakukan aksi simbolik dengan menurunkan bendera setengah tiang sebagai bentuk duka terhadap kondisi bangsa menjelang reformasi.
Komarudin juga mengenang pertemuan awalnya dengan Benhur Tomi Mano di sebuah restoran sederhana miliknya di kawasan Yoka, yang kala itu masih berbahan kayu. Pertemuan tersebut terjadi saat Benhur telah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah.
“Saya sudah sampaikan waktu itu, beliau akan menjadi wali kota. Sejak itu, beliau memanggil saya ‘suhu’ sampai hari ini,” ujarnya.
Selain itu, Komarudin juga menceritakan perjalanan politiknya saat terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan ketika masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Biak Numfor di usia yang relatif muda.
Menurutnya, kebiasaan berkumpul dan menjaga kebersamaan antarkader menjadi kunci kekuatan partai hingga saat ini.
“Setiap selesai kegiatan, kita selalu bertemu. Bagi saya, persatuan, persaudaraan, dan perdamaian di antara sesama kader adalah hal utama, dan itu terus saya jaga sampai sekarang,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda PDI Perjuangan agar tetap menjaga nilai-nilai tersebut di masa mendatang.
“Nanti kami yang tua-tua akan pergi. Kalian yang muda harus menjaga pesan ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Komarudin juga mengungkap kisah di balik lagu Papua berjudul Hitam Kulit Keriting Rambut. Ia menyebut dirinya sebagai penulis lagu tersebut pada tahun 2006, yang kemudian dipopulerkan oleh Franky Sahilatua dan Edo Kondologit.
Menurutnya, lirik lagu tersebut sempat mengalami perubahan setelah mendapat masukan dari Franky Sahilatua, khususnya pada penggunaan kata “aku” untuk memperkuat makna identitas.
“Lagu itu awalnya berbeda, tetapi kemudian diperbaiki hingga menjadi seperti yang dikenal sekarang,” jelasnya.
Lebih jauh, Komarudin menyoroti kondisi Papua yang kini mengalami banyak pemekaran wilayah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kesatuan dalam aspek budaya, adat, dan ekonomi.
“Papua boleh terbagi secara administratif, tetapi kita harus tetap satu dalam budaya, adat, dan kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menciptakan karya dan kontribusi nyata yang dapat dikenang dalam sejarah.
“Kita harus melakukan sesuatu yang bisa diingat oleh generasi mendatang,” katanya.
Dalam bidang olahraga, Komarudin turut mendorong dukungan penuh terhadap tim sepak bola Banteng Muda asal Papua yang dipersiapkan untuk mewakili Papua Raya. Ia menyebut pembinaan tim tersebut menjadi tanggung jawab DPD PDI Perjuangan Papua.
“Ini soal harga diri Papua. Hampir semua pemain mewakili wilayah di Tanah Papua, sehingga perlu gotong royong dari seluruh kader,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang PDI Perjuangan pada Pemilu 2029, meski sebelumnya mengalami kekalahan pada Pilkada 2025.
“Kekalahan itu harus menjadi cambuk untuk bangkit. Kita punya modal kuat dari hasil pemilu sebelumnya, sehingga target kita menang kembali pada 2029,” ujarnya.
Komarudin mengibaratkan perjuangan politik sebagai merawat kebun yang harus dijaga secara konsisten agar tidak diambil alih pihak lain.
“Kalau kebun tidak dirawat dengan baik, orang lain akan datang mengambil hasilnya. Karena itu, kita semua harus memastikan kemenangan di 2029,” katanya.
Di akhir arahannya, Komarudin meminta seluruh struktur partai, mulai dari DPD, DPC, PAC hingga anak ranting, untuk melakukan evaluasi total sebagai bagian dari persiapan menuju kontestasi politik mendatang.
Acara ramah tamah tersebut ditutup dalam suasana penuh keakraban, sekaligus memperkuat soliditas kader PDI Perjuangan di Tanah Papua menjelang agenda politik ke depan.














