Jayapura, Teraspapua.com – SMA YPK Diaspora Kotaraja merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-40 dengan penuh syukur sekaligus meluncurkan program kelas bilingual sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua, Jumat (31/7/2026).
Perayaan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Unggul Berwawasan Global dan Percaya Diri Berbahasa” ini ditandai dengan ibadah syukur, pemukulan tifa, serta pengguntingan pita sebagai simbol peresmian kelas bilingual.
Dalam sambutannya, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Andrikus Mofu, M.Th menegaskan bahwa perjalanan 40 tahun SMA YPK Diaspora merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan dalam dunia pendidikan, khususnya di Papua.
Ia menyebut, sekolah tersebut telah banyak melahirkan generasi yang berkontribusi bagi bangsa, negara, maupun gereja. Karena itu, momentum HUT ke-40 dinilai sebagai langkah penting untuk terus berinovasi, salah satunya melalui peluncuran kelas bilingual.
“Ini merupakan terobosan penting dalam dunia pendidikan di Papua. Kita tidak boleh menunda waktu, tetapi harus segera bertindak untuk melihat karya besar Tuhan melalui lembaga pendidikan ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan lima prinsip kepemimpinan yang perlu diterapkan dalam pengelolaan pendidikan, yakni memiliki visi, bekerja keras, fokus, konsisten, dan disiplin. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi kunci dalam menciptakan perubahan dan kemajuan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jayapura melalui Staf Ahli Wali Kota, Robert J. Betaubun, yang membacakan sambutan Wali Kota Jayapura, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SMA YPK Diaspora dalam memajukan pendidikan di Papua.
“Atas nama Pemerintah Kota Jayapura, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-40 kepada seluruh keluarga besar SMA YPK Diaspora. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen membangun pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluncuran kelas bilingual merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan siswa, khususnya dalam penguasaan bahasa internasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, beriman, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Papua.
“Pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, gereja, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah sangat penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing,” katanya.
Pemerintah Kota Jayapura juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital guna menciptakan proses pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.
Selain itu, orang tua diharapkan turut berperan aktif dalam mendampingi perkembangan anak, sementara para siswa diminta untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri agar menjadi generasi penerus yang membanggakan Papua, Indonesia, dan dunia.
Sementara itu, Ketua Tim Pembentukan Kelas Bilingual Paulus Gandeguai, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan kelas bilingual merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Program tersebut ditujukan agar peserta didik memiliki kompetensi akademik yang unggul, kemampuan berbahasa Inggris yang baik, serta karakter Kristiani yang kuat. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menambahkan, kehadiran kelas bilingual diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang inovatif dalam mencetak generasi muda Papua yang berkualitas.
“Kami berharap kelas bilingual ini dapat melahirkan generasi Papua yang beriman, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kemampuan komunikasi global tanpa meninggalkan kecintaan terhadap budaya Papua dan Indonesia,” ujarnya.
Dengan memasuki usia ke-40, SMA YPK Diaspora Kotaraja diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi pusat lahirnya generasi unggul berwawasan global.
(Har)












