HUT ke-40, SMA YPK Diaspora Jadi Pionir Kelas Bilingual di Papua

Kepala SMA YPK Diaspora Kotaraja, Aplena Manggaprow saat berada di dalam kelas Bilingual Bersama siswa (foto Arche/Teraspapua.com

Jayapura, Teraspapua.com  – SMA YPK Diaspora Kotaraja merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-40, sekaligus meluncurkan program kelas bilingual yang diinisiasi oleh Sinode GKI di Tanah Papua melalui Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK), Jumat (31/7/2026).

Perayaan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Unggul Berwawasan Global dan Percaya Diri Berbahasa” ini berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan ditandai dengan ibadah syukur, pemukulan tifa, serta pengguntingan pita sebagai simbol peresmian kelas bilingual.

Kepala SMA YPK Diaspora Kotaraja, Aplena Manggaprow, mengatakan bahwa momentum HUT ke-40 menjadi tonggak penting dalam perjalanan sekolah yang telah berdiri sejak 1986 tersebut.

“Hari ini SMA YPK Diaspora merayakan ulang tahun ke-40. Pada momen ini juga, Sinode GKI di Tanah Papua melalui Yayasan Pendidikan Kristen meluncurkan kelas bilingual dan mempercayakan SMA YPK Diaspora sebagai pionir dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program kelas bilingual diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong sekolah menuju standar global dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kami berharap kelas bilingual ini menjadi pionir bagi SMA YPK Diaspora untuk menuju sekolah global dan go internasional,” katanya.

Aplena menambahkan, pihak sekolah telah mempersiapkan tenaga pendidik dan staf administrasi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Seluruh guru diharapkan mampu menjalankan amanah ini secara profesional guna meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.

Dalam usia ke-40 tahun ini, ia juga mengajak seluruh guru dan peserta didik untuk terus bekerja sama dalam membangun mutu pendidikan.

“Saya berharap seluruh bapak dan ibu guru serta peserta didik dapat saling bahu-membahu menjalankan tugas sesuai peran masing-masing demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA YPK Diaspora,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan kelas bilingual, pihak sekolah telah merekrut 10 peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program tersebut. Namun, untuk memenuhi kebutuhan data pokok pendidikan (Dapodik), sekolah merencanakan pembentukan dua kelas.

“Hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk melakukan pembimbingan secara intensif, termasuk melalui tambahan jam belajar dengan menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.

Dengan peluncuran program tersebut, SMA YPK Diaspora Kotaraja diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu melahirkan generasi Papua yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan global.

(har)