Dua Warga Tertembak di Sekitar FBLB, TNI Kecam Aksi OPM

Wamena, Teraspapua.com – Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi penembakan yang terjadi di sekitar pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan dua warga sipil terluka akibat rekoset peluru. Meski demikian, aparat keamanan memastikan situasi tetap terkendali dan seluruh rangkaian kegiatan festival budaya tahunan itu berlangsung aman hingga penutupan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menilai aksi tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Ndugama.

Menurut dia, penembakan itu merupakan bentuk keputusasaan kelompok tersebut yang semakin terdesak oleh operasi pengamanan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) TNI di wilayah pegunungan tengah Papua.

“Aksi penembakan ini kami kecam. Kami melihat tindakan tersebut sebagai bentuk keputusasaan kelompok OPM yang semakin terdesak oleh aktivitas Satgas TNI. Aparat keamanan tidak akan memberi ruang bagi pihak mana pun untuk mengganggu stabilitas keamanan masyarakat,” kata Tri dalam keterangannya.

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 12.50 WIT, atau sekitar 500 meter dari pintu masuk lokasi FBLB. Dua korban yang terkena rekoset peluru masing-masing berinisial L.M.K. (43), laki-laki, dan S. (45), perempuan, keduanya merupakan warga Kabupaten Jayawijaya.

Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, kondisi keduanya dilaporkan dalam keadaan sadar dan stabil.

Pasca kejadian, aparat gabungan TNI-Polri langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus memperketat pengamanan di sekitar lokasi festival. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran seluruh agenda FBLB yang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Papua Pegunungan.

Tri menegaskan, Pangdam XVII/Cenderawasih telah memerintahkan Danrem 172/PWY bersama seluruh jajaran TNI di wilayah Jayawijaya untuk segera mengambil langkah cepat dalam pengamanan, membantu masyarakat, serta melakukan penindakan terhadap pelaku.

“Pangdam telah menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan pengamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat dan peserta festival, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami pastikan situasi saat ini aman dan terkendali,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut, khususnya selama pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem.

Masyarakat dan para peserta festival diimbau tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Aparat juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami menjamin keamanan masyarakat dan seluruh rangkaian kegiatan FBLB berlangsung aman hingga penutupan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat,” kata Tri.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Pegunungan, sekaligus memastikan kegiatan budaya seperti FBLB dapat berlangsung tanpa gangguan. Hingga saat ini, situasi pascakejadian dilaporkan tetap kondusif.

(red)