Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Kota Jayapura Tresia Tobi Gelar Reses Di Argapura

Anggota DPRD Kota Jayapura,Tresia Tobi,SH Pose Bersama Warga

Jayapura,Teraspapua.com – Anggota DPRD Kota Jayapura,Tresia Tobi,SH,menggelar reses di kompleks kelurahan Argapura,Selasa (11/2/2020),bersama warga RW 01 Hamadi,RW 03 Ardipura dan Warga RW 08 Argapura ,Distrik Jayapura Selatan.

Reses merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat .Sehingga  apa yang disampaikan selanjutnya menjadi rekomendasi Dewan kepada pemerintah kota “ujar Tresia.

Dikatakan juga ,Reses  merupakan kewajiban bagi anggota dewan untuk turun ke daerap pemilihannya untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian direkomendasikan ke pemkot Jayapura.

Politisi Partai PDIP ini menjabarkan, dari suara-suara masyarakat yang berhasil dihimpun melalui reses tersebut akan direkap dan dibuat laporan kemudian diteruskan kepada pimpinan di dewan. “Selanjutnya kita akan teruskan ke Wali Kota yang kemudian diteruskan pada OPD terkait,” ujarnya.

Menurutnya aspirasi yang disampaikan, rata-rata terkait pendidikan, kesehatan terutama BPJS yang tentu terkait dengan kartu Indonesia sehat (KIS) dan juga pelayanan air bersih dari PDAM“imbuhnya.

Diungkapkan juga penyampaian warga kurang mampu, bahwa data-data pada dinas sosial, ada warga setempat yang  belum tersentuh bantuan oleh pemerintah, karena data-data tersebut tidak akurat atau amburadul .

Sementara menurut Tresia ,kelompok mama – mama penjual pinang mempertanyakan bagaimana cara untuk mereka mendapatkan bantuan.

Kemudian terkait infrastruktur ,masyarakat mempertanyakan lampu penerangan jalan umum dan juga jaringan air bersih karena ada yang belum mendapatkan penyambungan .

Pada reses ini terang Teresia,kami juga melibatkan pihak PDAM agar dapat menjelaskan secara langsung kepada masyarakat terkait masalah pelayanan air bersih.

Di tempat yang sama Kepala UPP Japsel Sulistiono menjelaskan kondisi air di Polimak 1 sampai 4 terganggu akibat debit air yang turun begitu drastis. Akibat musim kemarau panjang.

” Jadi itulah hal yang menyulitkan kita dalam mendistribusikan air kepada masyarakat “.

Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mengerti kondisi air bersih saat ini, Kalau kondisi debit air naik maka tidak mungkin kita tidak lepas ke masyarakat ,namun permasalahan ini murni karena kondisi alam. “pungkasnya.

(Arch).