Wali Kota : Angka Stunting di Kota Jayapura Turun Drastis

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM

Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM menyampaikan terima kasih atas dukungan mitra-mitra dengan pemerintah kota dalam penanganan penanggulangan stunting di kota Jayapura.

Ini komitmen saya, yang juga merupakan program nasional yang kita harus bantu dan sukseskan untuk menurunkan angka stunting di wilayah kota Jayapura.

“Jadi hari ini kita mereviu aksi-aksi yang telah dilakukan bulan yang lalu, apakah itu berjalan atau tidak terutama di masa pandemi Covid – 19,” kata Tomi Mano, Senin ( 13/12) di Kota Jayapura.

Komitmen saya untuk anak-anak yang masuk TK, PAUD harus membawa surat keterangan bahwa anak mereka dibawa ke Posyandu,” lanjutnya.

Tomi Mano menegaskan, Ini bukan mempersulit tapi saya ingin supaya anak-anak kita yang ada di kota Jayapura adalah anak-anak yang sehat, seraya meminta dukungan para kepala distrik, kepala Kelurahan dan kepala kampung untuk menyisikan dana untuk penanganan stunting di wilayah kota Jayapura.

“Puji Tuhan stunting di tahun 2021 turun drastis, sehingga kami mendapatkan penghargaan dari pemerintah provinsi Papua nomor satu dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Tomi Mano menjelaskan, programnya di 5 tahun pertama di kampung – kampung untuk kita menekan angka kematian ibu dan anak dan pemberian makanan bergizi kepada ibu-ibu hamil yang ada di kota Jayapura.

Pria yang akrab di sapa BTM ini juga menegaskan, Kesehatan merupakan program prioritas selama 9 tahun kepemimpinannya yang akan mengakhiri di tahun 2022.

Kendati begitu BTM mengaku masih banyak yang belum dilakukan untuk penanganan sepuluh penyakit besar dan tiga penyakit yang terabaikan, dan juga penanganan HIV Aids ditambah dengan penanganan Covid – 19.

“Kita usahakan di tahun 2024 kota Jayapura menuju kota yang sehat. Ditambahkan kota Jayapura banyak mendapat penghargaan dalam penanganan kota yang sehat, bebas asap rokok terus kita lakukan,” terangn BTM.

Demi pemulihan kesehatan di kota Jayapura, begitu juga pembangunan infrastruktur kesehatan seperti 5 Puskesmas bertaraf nasional yang telah dibangun,” tambah Wali Kota.

Bahkan pelayanan ketiga Puskesmas tersebut berlangsung 24 jam. Seperti Puskesmas Tanjung Ria, Imbi, Yoka dan Sekarang kita lagi membangun Puskesmas Abepura.

Hal ini dipikirkan Wali Kota, agar masyarakat kota tidak menumpuk di rumah sakit dok dua dan rumah sakit swasta.

Jadi sakit – sakit ringan, seperti batuk, pilek dan malaria cukup ditangani di Puskesmas. Kalau sakit berat baru dirujuk ke rumah sakit yang ada di kota Jayapura.

Dia juga menambahkan, kota Jayapura sudah mempunyai rumah sakit Ramela, peralatan medis yang cukup canggih rencananya tahun depan sudah programkan dana Rp250 Miliar untuk rumah sakit Ramela,”pungkasnya.

(Har)