Akibat Gempa Jaringan Pipa Transmisi PDAM Alami Pergeseran di Jalur Kojabu

Dirut PDAM Jayapura saat meninjau Pipa transmisi jalur kojabu

Jayapura,Teraspapua.com – Kejadian gempa bumi yang terjadi dalam sepekan di Kota Jayapura, berdampak terjadinya pergeseran jaringan pipa transmisi utama diameter 400 mm dari Jalur Kojabu, jaringan pipa kojabu sendiri membentang dari Perumnas 3 Waena sampai ke Pasir Dua.

Direktur Utama PDAM Jayapura Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM menjelaskan, sejak hari Rabu 4 Januari 2022 telah memerintahkan staf teknis di masing-masing wilayah pelayanan untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola oleh PDAM Jayapura.

Ternyata pada hari jumat 6 Januari 2023 dari hasil tracking jalur pipa ditemukan ada 3 titik kebocoran pada pipa transmisi Kojabu di Entrop, Jayapura Selatan. Namun saat ini pelayanan tetap berjalan normal, tetapi debit air dan tekanan air ke reservoir berkurang di titik terjauh di pasir Dua Jayapura Utara, terang Entis Sutisna, usai meninjau kebocoran pipa transmisi di Entrop, Jumat (6/1/2023).

Sutisna mengatakan selama terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu, wilayah Waena menuju Skyline tidak mengalami gangguan pelayanan. Kemudian, pada hari ini (6/1) tim teknik melakukan tracking pipa dari perumahan Pemda I Entrop sampai ke Pasir II Tanjung Ria, dan ditemukan tiga titik kebocoran, yakni dua titik di depan Komplek PTC Entrop dan satu titik di depan Polsek Jayapura Selatan.

“Saya meyakini kebocoran ini adalah dampak dari gempa bumi yang beberapa kali terjadi di Kota Jayapura, dengan bergesernya pipa utama. Saya sudah melakukan survei lokasi bersama manajer perencanaan untuk segera menentukan langkah apa yang harus dilakukan berikutnya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan tim teknik di lapangan, menunjukkan bahwa pelayanan tetap berjalan normal, dimana jalur Kojabu yang mensuplai untuk wilayah Abepura, Jayapura Utara, dan Jayapura Selatan masih bisa dimanfaatkan. Akan tetapi, tekanan air dari wilayah Perumahan Pemda I Entrop sampai ke wilayah Pasir II Tanjung Ria berkurang.

“Ini akan menyulitkan warga di Pasir II dengan kondisi tekanan air yang kurang, maka hari ini juga tim teknik segera melakukan perbaikan di tiga titik tersebut, yang kerusakannya terlihat cukup berat karena terletak di area drainase jalan protokol, lalu di depan Polsek Jayapura Selatan yang mana pipa transmisi letaknya tertanam di bawah jalan drainase,” imbuhnya.

PDAM Jayapura, lanjut kata Sutisna segera mempersiapkan personil dan peralatan untuk mengerjakan titik kebocoran. Perbaikan rencananya akan menggunakan alat berat untuk melihat kebocoran, mengingat lokasinya yang cukup sulit dikerjakan oleh tenaga manusia. Masa pengerjaan diperkirakan memakan waktu 3 hari.

“Jika gangguan pelayanan tersebut berlangsung lama, akan berpengaruh pada jam pendistribusian yang kurang efektif, dengan debit air yang diterima dan durasi menampung di reservoir lebih lama. Air tetap mengalir namun dampak debit yang kurang karena kebocoran membuat proses menampung lebih lama,” tandasnya.