Peringatan HUT Kota Jayapura ke- 113 Digelar di Pusat Pemerintahan Pertama

Para Tamu Udangan Yang Hadir Pada Momen 113 Tahun Kota Jayapura

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kota Jayapura Papua ke- 113. upacara tersebut berlangsung di lapangan bola Kampung Yoka Heberhulu, Distrik Heram yang merupakan pusat pemerintahan pertama Kota Jayapura, Selasa (7/3/2023).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Menteri Agama RI, Dr. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, Dr., Drs. Benhur Tomi Mano, MM yang juga mantan Wali Kota Jayapura dua periode dan ibu Kristhina R. I Luluporo Mano, S, IP, M, AP anggota DPR Papua.

Kemudian Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH, MH, Wakil Ketua, Jhon Y. Betaubun SH, MH, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Victor D. Mackbon, Ketua LMA Port Numbay, George Awi, Penjabat Bupati Kabupaten Jayapura, Triwarno Purnomo, S.STP., M.Si. Forkopimda, tokoh masyarakat, toko agama, ketua-ketua paguyuban, serta para pimpinan OPD, Pemkot Jayapura dan tamu undangan lainnya.

Di momen ini juga sekaligus menegaskan ibukota provinsi di ujung timur Indonesia tetsebut sebagai kota tertua di seluruh Papua.

Berdiri sejak 113 tahun yang lampau, negeri berjuluk Port Numbay ini mengalami beberapa kali perubahan nama mulai dari Holandia, Kotabaru, Sukarnopura hingga Jayapura dan bertahan hingga saat ini.

Begitu pula dengan pergantian tampuk kepemimpinan di ibukota Provinsi Papua ini secara bergilir mulai dari pejabat yang nota bene bukan anak asli hingga akhirnya dipegang putra asli Port Numbay asal Kampung Tobati, DR. Benhur Tomi Mano, MM dan masa transisi dijabat oleh Pj Wali Kota, Dr. Frans Pekey, M, Si.

Di 1910 lalu, sesuai sejarah singkat kota ini, kala itu Kapten Inf. F. J. P. Sacshe berpidato dalam bahasa Belanda dan dilanjutkan dalam bahasa Melayu dengan penuh semangat dan memberikan komando.

“Dengan nama ratu, naikkan bendera, dan semoga dengan perlindungan Tuhan tidak akan diturunkan sepanjang masa!”

Sebuah pernyataan yang menggambarkan keyakinan besar akan Kota Jayapura yang terbukti tetap berdiri hingga kini dan menjadi ibu kota Provinsi Papua.

“Olehnya itu, setiap tahun Pemerintah setempat menggelar upacara untuk memperingati itu,” demikian sejarah singkat yang dibacakan secara bergantian oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Septinus Ireeuw dan Kabag Hukum Helena Dawir, SH MH.

Pj Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengatakn. Apa yang dinikmati oleh seluruh warga kota Jayapura saat ini, adalah buah karya emas anak bangsa, yang diberi amanat oleh rakyat dan negara, untuk menjadi pemimpin diatas tanah Port Numbai, dari masa ke masa.

“Para pemimpin terdahulu, telah berbuat yang terbaik dan menorehkan prestasi serta kinerja yang gemilang, pada masa kepemimpinannya masing-masing.” Tandas Pekey.

Karena itu lanjut Frans Pekey, sudah sepantasnya semua yang hidup, berkarya dan mengabdi di kota Port Numbay saat ini, saya memberikan apresiasi, penghargaan dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada pemimpin terdahulu, yang telah berjasa membangun dan memajukan kota Jayapura.

Usai upacara berlangsung, Frans Pekey yang ditemui awak media menyebutkan. Usia 113 tahun, merupakan perjalanan panjang, yang diwarnai dengan keberhasilan dan kemajuan yang dicapai. Dari kepemimpinan satu, kepada kepemimpinan berikutnya.

“Oleh karena itu, apa yang hari ini kita nikmati. Adalah buah karya, dari perjalanan Panjang 113 tahun. Untuk itu, saya mengajak seluruh warga kota Jayapura, untuk memberikan penghargaan yang tinggi, bagi para pelaku sejarah, pelaku pembangunan yang telah memajukan kota Jayapura hingga saat ini.” Papar Pekey.

Lanjut dikatakan, di usia 113 tahun ini, diharapakan kota Jayapura menjadi kota yang aman dan damai. Untuk itu kata dia, toleransi antar umat beragama harus terus ditingkatkan.

“Sehingga dalam suasana aman, nyaman dan damai. Kita terus membangun kota Jayapura, menjadi kota yang maju, mandiri, modern dan berbasis kearifan lokal. Dalam rangka mensejahterakan masyarakat di kota ini.” Ujarnya.

Dikesempatan ini pula, Frans Pekey tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang telah memberikan sumbangsih bagi kemajuan kota Jayapura. Dirinya juga mengucapkan terima kasih, kepada para pelaku usaha, yang telah menumbuhkan ekonomi kota ini, sehingga Jayapura menjadi pusat perdagangan dan jasa.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kependidikan, yang terus bekerja, menjadikan kota Jayapura sebagai barometer Pendidikan di tanah Papua.” Pungkas Pekey.