Jakarta, Teraspapua.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi (KPU) provins Papua KPU melaksanakan debat kandidat ketiga, calon gubernur dan wakil gubernur Papua di Jakarta, Kamis 21 November 2024.
KPU tentukan tema debat ketiga “Menyerasikan Pembangunan Daerah Kabupaten, Provinsi dan Masional, dalam Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan tema debat ketiga ini Benhur Tomi Mano dan Yermias Bisai (BTM-YB) juga sudah menyiapkan isu-isu yang ada di Papua,” kata calon gubernur Papua, Benhur Tomi Mano di kuningan Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Dari tema debat, maka visi kami yaitu, Papua maju, mandiri dan berbudaya. Dari tema yang disiapkan panelis berkaitan dengan misi BTM-YB.
Pembangunan ekonomi yang inklusif dan bernilai tambah, merata serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, berkaitan dengan misi kami yang kedua. Berkaitan juga dengan tema debat ketiga ini adalah
Selaras juga dengan misi BTM-YB yang keempat yaitu pembangunan infrastruktur dasar, konektivitas sarana perhubungan, pemanpaatan dan pengembangan teknologi informasi yang masif dan berdaya guna.
Lebih lanjut dikatakan, tema debat kita ini juga sesuai dengan misi yang kelima yaitu, terwujudnya ketentraman dan ketertiban masyarakat, melalui penghargaan kepada kearifan lokal, hak asasi manusia atau HAM dan demokrasi
Menurutnya, berkaitan dengan tema debat kita maka saya rangkumkan ada program strategis yang sesuai tema yaitu, infrastruktur dan konektivitas.
“Pembangunan jalan dan jembatan, perumahan layak huni, pembangunan jaringan perhubungan dan telekomunikasi dan penyediaan energi listrik,” tuturnya.
Selain itu kata BTM, pembangunan SDM (sumber daya manusia) yang tentu berkaitan dengan bidang pendidikan, yaitu pengelolaan pendidikan khusus, pengembangan kurikulum sesuai dengan dunia kerjan sekolah atau vokasi dan pemetaan dan penataan pendidik dan tenaga kependidikan.
Berikut juga peningkatan pembiayaan dan partisipasi masyarakat dalam pelayanan pendidikan dan penganggaran penjaminan pendidikan bagi orang asli Papua.
Dari visi misi kata BTM, yang sesuai dengan tema debat kita yaitu pembangunan kesehatan. BTM – YB melakukan peningkatan untuk pemerataan ketersediaan SDM tenaga medis.
Begitu pula pemenuhan kebutuhan medis bagi Rumah Sakit, Puskesmas dan Pustu. Dan juga pemenuhan kebutuhan alat kesehatan atau alkes.
Sementata soal afirmasi orang asli Papua tentu penganggaran, jaminan kesehatan untuk orang asli Papua. Dikatakan tema debat ketiga juga menurut BTM, berkaitan dengan visi dan misi. Pembangunan agama dan lembaga kemasyarakatan.
“Penguatan lembaga-lembaga agama dan kemasyarakatan berperan dalam pembangunan, dan juga pembinaan kapasitas komunitas-komunitas masyarakat dan keagamaan dalam upaya ketentraman dan ketertiban masyaraka,”paparnya.
Lanjut BTM, pembangunan agama dan lembaga kemasyarakatan, yang saya sebut dengan optimalisasi ASN. Bagaimana kita melakukan revitalisasi balai-balai latihan kerja, pengawasan tenaga kerja dan pengembangan sumber daya aparatur.
Pembangunan kependudukan dan lingkungan hidup, penyelesaian pendataan orang asli Papua (OAP) berbasis marga. Kata BTM dulunya sudah lakukan di kota Jayapura.
Menurutnya, kita memulai pembangunan harus berdasarkan data yaitu penyelesaian pendataan orang asli Papua, ini hal baik yang saya lakukan di kota berdasarkan marga. tinggalnya di distrik, kelurahan mana, RT/RW berapa jumlah dan itu sudah jelas kita buat.
Bahkan menurut BTM, mantan Gubernur almarhum Lukas Enembe meminta 8 Kabupaten harus belajar ke kota Jayapura tentang pendataan orang asli Papua.
“Jadi kita berbasis data dalam menyusun program-program, supaya menyentuh masyarakat khusus untuk orang asli Papua,” ungkapnya.
Yang berikut tambah BTM, pengurangan pengentasan kemiskinan, perhatian kepada kaum difabel dan lanjut usia (Lansia).
Seperti program Papua Maju yang di cetus BTM-YB melalui kartu-kartu yang akan diberikan, tapi juga pemberdayaan kaum perempuan, pengembangan seni budaya dan keolahragaan,” tukasnya.
(Zon)













