Jayapura, Teraspapua.com – Suhu politik di Papua kian membara jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025 mendatang.
Di tengah memanasnya tensi politik, gebrakan besar datang dari masyarakat Papua Pegunungan, khususnya dari wilayah adat Mepago dan Lapago yang berdomisili di Kota Jayapura. Mereka akan menggelar deklarasi akbar sebagai bentuk dukungan total kepada pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK).
Deklarasi ini bukan acara biasa. Rencananya, kegiatan akan digelar di Lapangan Karang, PTC Entrop, Jayapura, dan akan diwarnai dengan prosesi adat Bakar Batu, tradisi sakral masyarakat pegunungan yang melambangkan persatuan, kekuatan, dan komitmen tanpa batas.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Relawan Mepago-Lapago usai melakukan audiensi eksklusif dengan Benhur Tomi Mano di kediamannya, Rabu (28/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, relawan menyampaikan tekad bulat dan komitmen tanpa syarat untuk memenangkan pasangan BTM-CK dalam PSU nanti.
“Bakar Batu bukan sekadar tradisi, ini simbol dari hati dan budaya kami. Kami pastikan, ribuan warga Mepago dan Lapago akan hadir! Ini adalah pernyataan sikap: kami bersama BTM-CK!” tegas Jimi Wonda, perwakilan relawan.
Jimi juga mengungkapkan bahwa meski dalam Pilkada sebelumnya suara sempat terbelah, kini seluruh elemen Mepago dan Lapago satu suara, satu arah, dan satu tujuan, memenangkan BTM-CK.
“Dulu kami terpecah, tapi tidak kali ini! Pemuda Mepago-Lapago sudah bersatu. Deklarasi nanti akan jadi bukti bahwa kekuatan kami tak bisa dipandang sebelah mata,” tambahnya berapi-api.
Sikap serupa juga datang dari Wakil Kepala Suku Besar Wilayah Mepago di Wilayah Mamta Jayapura, Rufus Muyapa. Menurutnya, dukungan terhadap BTM-CK bukan karena iming-iming, tetapi lahir dari suara hati dan keyakinan mendalam atas visi dan rekam jejak kepemimpinan mereka.
“Kami tidak butuh diundang! Dukungan kami sudah final, suara kami tetap untuk BTM-CK seperti sebelumnya. Dan kali ini, kami akan bawa lebih banyak orang!” tegas Rufus.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak goyah oleh godaan politik sesaat.
“Kami cuma punya satu ibu, dan satu hati. Jangan undang dosa dengan berpaling dari komitmen. Ini bukan politik transaksional, ini perjuangan nurani!” tutupnya.
Deklarasi ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan diprediksi bakal menjadi momen monumental yang mengubah arah peta dukungan politik di Papua, terutama menjelang PSU 6 Agustus 2025.
Nantikan ledakan dukungan adat yang mengguncang Jayapura.
(HR)
















