Jayapura, Teraspapua.com – Pembangunan Jembatan Merah atau Hamadi Holtekang dan Rumah Sakit Ramela menjadi bukti nyata perjuangan panjang Benhur Tomi Mano (BTM) dalam
membangun infrastruktur vital Kota Jayapura.
Dua proyek monumental tersebut dirintis sejak BTM menjabat sebagai Wali Kota Jayapura dua periode, dan hingga kini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi dan layanan kesehatan di kawasan perbatasan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh BTM saat menggelar tatap muka dan silaturahmi bersama 25 kepala suku serta para petani dari Koya Barat dan Koya Timur di Distrik Muara Tami, Kamis (12/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, BTM membeberkan bagaimana ia secara langsung mengusulkan pembangunan Jembatan Merah yang menghubungkan Hamadi dan Holtekamp kepada Presiden
Joko Widodo.
“Jembatan Merah itu bukan sekadar infrastruktur, itu simbol perjuangan. Saya membawa seluruh Ondoafi untuk menghadap Presiden Joko Widodo demi memperjuangkan jembatan ini, karena saya tahu betul derita petani dari Koya Barat, Koya Timur, Arso, Kabupaten Keerom yang kesulitan mengangkut hasil kebunnya ke pasar,” kata BTM.
Sebelum jembatan ini dibangun, para petani harus menempuh jalur Navri yang rawan gangguan dan tidak aman, terutama saat membawa hasil pertanian menuju Pasar Abepura atau Pasar Hamadi.
Dengan adanya Jembatan Merah, distribusi hasil tani menjadi lebih efisien, cepat, dan aman, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Tak hanya infrastruktur transportasi, BTM juga memperjuangkan pembangunan sektor kesehatan melalui inisiatif mendirikan Rumah Sakit Ramela di Koya Barat.
Rumah sakit ini dibangun untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat di Koya Barat, Koya Timur, serta kawasan perbatasan yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke RS Abepura atau RS Dok II.
“Warga di perbatasan seharusnya tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Rumah Sakit Ramela adalah jawaban atas kebutuhan mereka. Ke depan, kami akan kembangkan rumah sakit ini dengan Kucuran dana sebesar Rp250 miliar bakal dilakukan, termasuk membangun rumah untuk para dokter, agar pelayanan menjadi lebih maksimal dan berkelanjutan,” tegas BTM.
Ia menekankan pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan, agar masyarakat di wilayah terluar dan terpinggirkan bisa merasakan kehadiran negara dalam bentuk akses kesehatan yang layak.
Dalam kesempatan yang sama, BTM menyebut Distrik Muara Tami sebagai salah satu wilayah pertanian terbesar di Kota Jayapura. Hasil pertanian dari daerah ini bukan hanya dipasok ke pasar-pasar lokal seperti Abepura dan Hamadi, tetapi juga hingga ke wilayah pegunungan seperti Wamena.
“Muara Tami adalah tulang punggung ketahanan pangan kita. Dukungan infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga rumah sakit sangat krusial agar para petani bisa bekerja dengan tenang dan hasil panen mereka tersalurkan dengan baik,” jelasnya.
Menyoroti kondisi Pasar Youtefa yang kerap dilanda banjir saat hujan, BTM juga menginisiasi pembangunan pasar baru di wilayah Kotaraja. Pasar ini dirancang dengan daya tampung lebih besar dan fasilitas yang lebih layak untuk para pedagang, khususnya mama-mama Papua.
“Saya sudah bangun los ikan, los daging, dan los sayur-sayuran untuk mama-mama Papua. Tapi memang daya tampungnya masih belum cukup, sehingga perlu ada pengembangan lebih lanjut,” ungkap BTM.
Perjuangan Benhur Tomi Mano dalam membangun Jembatan Merah dan Rumah Sakit Ramela bukan hanya cerminan visi seorang pemimpin, tetapi juga menjadi warisan kepemimpinan
yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Saat ini, BTM mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua bersama Constant Karma, melanjutkan dedikasinya untuk masyarakat Papua secara lebih luas.
Dengan rekam jejak yang sudah teruji di tingkat kota, masyarakat kini menaruh harapan besar pada sosok yang telah membuktikan komitmen dan kemampuannya membangun dari pinggiran.
“Kalau bukan karena dukungan masyarakat, semua ini tidak mungkin terwujud. Maka saya hadir di sini untuk mengajak kita semua terus bergerak bersama, demi Papua yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” tutup BTM.
(Hr/Rc)








