Keerom, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), kembali menegaskan komitmennya untuk membangun Papua secara menyeluruh, dengan fokus utama pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan. Hal ini ia sampaikan saat berdialog bersama kelompok tani Arso XIV, Kabupaten Keerom, Senin (23/6/2025).
“Rakyat harus mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang layak, infrastruktur yang baik, serta perekonomian yang dilayani dengan adil. Saya akan berusaha menata birokrasi pemerintahan provinsi Papua agar berjalan profesional dan berpihak pada rakyat,” ujar BTM di hadapan ratusan petani dan warga.
Di bidang pendidikan, BTM memiliki visi besar agar anak-anak Keerom mampu bersaing dan berkontribusi di level pemerintahan dan profesional.
“Saya ingin suatu hari nanti ada anak Keerom yang bekerja di Kantor Gubernur Papua, ada yang menjadi dokter, pilot, atau tenaga profesional lainnya. Pendidikan harus jadi jembatan masa depan anak-anak Papua,” ujarnya.
BTM juga menyoroti pentingnya kesejahteraan guru, terutama yang bertugas di daerah perbatasan. Ia berjanji akan menyediakan rumah dinas yang layak dan insentif tinggi agar guru betah dan konsisten mendidik anak-anak dari Alang-alang Lima hingga Towe Hitam.
Sebagai mantan Wali Kota Jayapura dua periode, BTM menegaskan bahwa rekam jejaknya sudah terbukti. Salah satu pencapaian yang ia banggakan adalah pembangunan Jembatan Merah, yang kini menjadi ikon Kota Jayapura.
“Saya bangun Jembatan Merah bukan hanya untuk warga kota, tapi juga untuk para petani dari Koya Timur, Koya Barat, dan Keerom agar bisa melintas dengan aman, bahkan malam hari,” kata BTM.
Seorang warga bahkan menyampaikan rasa terima kasih karena kini perjalanan dari Keerom ke kota bisa dilakukan tengah malam tanpa rasa takut. Rasa aman dan aksesibilitas menjadi hal penting dalam mendorong produktivitas pertanian, tambah BTM.
Menyadari potensi pertanian Keerom, BTM berencana mendirikan sekolah pertanian untuk menjangkau 19 distrik di wilayah tersebut. Bahkan, sekolah ini akan terbuka untuk pelajar dari Papua Nugini (PNG), sebagaimana saat dirinya menjalin kerja sama pendidikan di Skouw Yambe, Skouw Sae, dan Skouw Mabo saat masih menjabat wali kota.
“Keerom harus menjadi pusat pendidikan pertanian. Ini akan mendorong lumbung pangan nasional terbentuk di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
BTM juga menyampaikan kekhawatiran terkait penutupan beberapa kebun kelapa sawit. Jika terpilih, ia akan membuka kembali perkebunan sawit yang legal dan berpihak pada masyarakat agar lapangan kerja tersedia. Selain itu, ia menyoroti potensi tinggi tanaman cokelat yang bernilai jual tinggi.
“Keerom ini ladang emas untuk pertanian. Kita perlu bangun irigasi dan jalan produksi seperti yang sudah saya lakukan di Muara Tami, Koya Barat, dan Koya Timur,” ujarnya.
Ia juga berjanji akan memberikan subsidi bibit dan pupuk unggul untuk petani, terutama untuk komoditas seperti padi, tebu, jagung, cokelat, dan sawit.
BTM mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda oleh praktik politik uang menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 Agustus 2025.
“Kalau mereka kasih uang, ambil saja, tapi jangan jual suara hati. Setelah terpilih, mereka tidak akan kembali. Saya tidak akan membeli suara bapak ibu dengan uang. Saya bicara dengan hati,” tegasnya.
Dalam bidang kesehatan, BTM menaruh perhatian besar terhadap pelayanan medis di wilayah Keerom. Ia berencana meningkatkan fasilitas RSUD Kwaingga dengan dokter spesialis, tenaga medis profesional, dan peralatan modern.
“Tidak perlu lagi ke rumah sakit swasta di Jayapura. RSUD Kwaingga akan jadi rumah sakit rujukan regional, bahkan bisa layani pasien dari PNG,” ujar BTM, seraya menegaskan bahwa RS Ramela di perbatasan juga merupakan hasil perjuangannya.
Selain itu, ia berkomitmen untuk membangun Puskesmas, menyediakan mobil Puskesmas keliling, dan memperkuat posyandu di wilayah terpencil.
“Angka kematian ibu melahirkan dan balita masih tinggi di Papua. Kita akan tekan angka itu dengan pelayanan kesehatan dasar yang kuat,” tegasnya.
Sebagai bentuk perhatian kepada pelaku usaha kecil, BTM merancang program bantuan ekonomi untuk mama-mama penjual pinang, ikan asap, roti, dan pedagang kecil lainnya. Skemanya adalah menempatkan dana bergulir di bank dengan bunga rendah, seperti yang ia lakukan di Jayapura melalui Bank BTN senilai Rp15 miliar.
“Mama-mama bisa pinjam dengan bunga rendah untuk modal usaha. Ini bukti saya berpihak kepada ekonomi rakyat kecil,” katanya.
BTM menegaskan bahwa infrastruktur menjadi fokus program keempatnya. Ia berjanji mengaspal jalan-jalan di wilayah Arso, termasuk jalan penghubung dari Yoka hingga Arso III dan IV, serta pemasangan lampu jalan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.
BTM pada kesempatan itu memperkenalkan pasangannya, Constant Karma, yang berasal dari wilayah adat Saireri, mencakup Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen. Sementara dirinya berasal dari wilayah adat Tabi, meliputi Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Mamberamo Raya.
“Saya dua periode menjadi wali kota. Saya tahu bagaimana membangun, bagaimana birokrasi bekerja, dan bagaimana rakyat harus dilayani,” pungkasnya.
Dengan optimisme tinggi, BTM menutup kunjungan dengan keyakinan bahwa Keerom akan mendukung pasangan nomor urut 1 pada pemungutan suara ulang nanti.
“Saya yakin 100 persen, Keerom akan pilih BTM–CK.” tutupnya.
(Hr/Nv)















