BTM Janji Evaluasi Total Program Beasiswa dan Tingkatkan Layanan Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi di Papua

Jayapura, Teraspapua.com — Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program beasiswa yang digagas oleh almarhum Gubernur Lukas Enembe. Menurut BTM, program beasiswa tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia Papua, namun pelaksanaannya dinilai kurang maksimal.

“Saya melihat program ini sangat baik dan menyentuh kebutuhan dasar pendidikan orang asli Papua, namun implementasinya tidak berjalan baik. Buktinya, pada bulan Desember lalu, ada mama-mama yang sampai harus tidur di Kantor Gubernur karena anak-anak mereka putus sekolah,” ungkap BTM saat berbicara di hadapan masyarakat Angkasa, Selasa (8/7/2025).

BTM menegaskan bahwa jika dirinya dipercaya memimpin Provinsi Papua, ia akan mengevaluasi total program beasiswa, baik untuk pendidikan dalam negeri maupun luar negeri. Ia berjanji akan memberikan dukungan penuh, termasuk kepada mahasiswa yang sedang dalam tahap akhir studi seperti menyusun tesis.

“Saya akan pastikan beasiswa diberikan secara tepat sasaran, termasuk kepada anak-anak kita yang tengah menyelesaikan studi S1, S2 bahkan S3,” tambahnya.

Selain pendidikan, BTM menyatakan dukungannya terhadap program nasional Presiden RI terkait penyediaan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi pelajar. Ia bahkan telah melakukan uji coba program tersebut di Kabupaten Jayapura.

“Saya menghadirkan orang tua murid, komite sekolah, dan para guru untuk menyaksikan langsung pemberian makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak. Ini penting untuk menunjang tumbuh kembang mereka,” jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan akses yang lebih baik bagi pelajar dari wilayah-wilayah terpencil, BTM juga berjanji akan membangun dua asrama besar di Kota Jayapura, yaitu Asrama Tabi dan Asrama Saireri.

“Asrama ini akan menampung anak-anak dari wilayah Tabi dan Saireri yang hendak melanjutkan pendidikan SMP, SMA, atau kuliah di Kota Jayapura. Anak-anak dari Waropen juga akan kami akomodir agar mereka bisa fokus belajar tanpa terbebani persoalan tempat tinggal,” ujarnya.

BTM menegaskan bahwa dirinya tidak akan membeda-bedakan antara sekolah negeri dan swasta. Ia menyebut banyak lembaga pendidikan swasta seperti YPPK, YAPIS, dan YPK yang telah memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan generasi Papua.

“Sekolah-sekolah swasta ini sudah membantu mencetak sumber daya manusia Papua. Kita akan bantu mereka dengan dukungan dana agar mereka tetap bisa beroperasi optimal,” ujarnya.

Selain itu, guru-guru yang bertugas di daerah-daerah terpencil juga akan menjadi perhatian khusus. BTM berkomitmen memberikan insentif khusus agar para guru tetap bertahan dan menjalankan tugas mulia mereka dalam mendidik anak-anak Papua.

“Tidak boleh ada anak Papua yang tidak bisa membaca atau menulis. Saya akan lanjutkan program-program Paket A, B, dan C yang dulu juga saya jalankan saat menjadi Wali Kota Jayapura,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, BTM menilai perlu ada pembenahan besar-besaran, khususnya di Rumah Sakit Dok II dan RSUD Abepura. Ia juga akan memperkuat layanan di Puskesmas dengan menghadirkan dokter spesialis, dokter gigi, dokter anak, ahli gizi, apoteker, serta memastikan ketersediaan obat yang memadai.

“Saat saya jadi Wali Kota, saya bangun Puskesmas 4 lantai dengan pelayanan 24 jam. Itu yang akan saya bawa ke provinsi. Puskesmas harus mampu melayani penyakit umum seperti batuk, pilek, demam, malaria, dan bahkan USG ibu hamil. Jangan semua dirujuk ke rumah sakit besar,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan Posyandu Terpadu Prima di setiap kelurahan. Posyandu ini akan melayani lansia, ibu hamil, anak-anak balita, dan remaja dalam satu sistem pelayanan terpadu.

Untuk daerah terluar seperti pulau-pulau di Biak yang berbatasan dengan Australia, BTM akan menyiapkan kapal medis dengan fasilitas kesehatan lengkap yang bisa melakukan pemeriksaan umum dan operasi kecil.

Pada bidang ekonomi, BTM berencana menyediakan dana bergulir tanpa bunga bagi mama-mama Papua yang berjualan ikan, sayur, pinang, roti, serta yang membuka kios-kios kecil.

“Kita akan simpan dana di bank, dan mama-mama bisa akses dana itu untuk usaha mereka tanpa beban bunga. Ini program yang sudah saya jalankan saat menjadi Wali Kota Jayapura, dan terbukti berhasil,” ungkapnya.

BTM menekankan bahwa semua program yang ditawarkan harus realistis dan selaras dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menolak program yang hanya menjadi angan-angan tanpa dukungan fiskal yang jelas.

“Kita bicara program itu harus berdasarkan PAD, bukan mimpi-mimpi. Saya berkomitmen menjalankan program yang bisa direalisasikan, bukan sekadar janji,” pungkasnya.
(Har/Rck)