Jayapura, Teraspapua.com – Dukungan politik terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), semakin menguat.
Kali ini, giliran Relawan Rajawali Nusantara Provinsi Papua yang secara resmi menyatakan dukungannya melalui deklarasi terbuka yang berlangsung di Lapangan BTN Skyline, Kotaraja, Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Rabu (16/7/2025).
Deklarasi yang dikemas dalam format pertemuan terbatas ini dihadiri oleh ratusan simpatisan, tokoh masyarakat, dan relawan.
Semua elemen tersebut telah membentuk struktur tim kerja Rajawali Nusantara di daerah masing-masing sebagai bentuk kesiapan memenangkan pasangan BTM-CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025.
Ketua Tim Kerja Rajawali Nusantara, Andi Askari Malawat, dalam orasinya menegaskan bahwa relawan Rajawali siap total memenangkan pasangan BTM-CK untuk periode 2025–2030.
“BTM adalah pemimpin dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Beliau memulai karier dari bawah sebagai kepala distrik, Kepala Dispemds kemudian menjadi Wali Kota Jayapura dua periode, dan kini saatnya memimpin Papua,” ujar Andi dengan penuh semangat.
Menurutnya, “cengkeraman rajawali” sudah tersebar hingga akar rumput dan menjadi kekuatan nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa BTM adalah pemimpin berhati rakyat, nasionalis, dan paham penderitaan masyarakat Papua.
“Kami mencintai BTM bukan karena jabatannya, tetapi karena jiwanya. Beliau adalah sosok yang hadir, melihat, dan merasakan derita masyarakat kecil. Itulah pemimpin sejati,” tambah Andi.
“Kami, Tim Kerja Rajawali Nusantara Provinsi Papua, yang terbentuk di delapan kabupaten dan satu kota, menyatakan tekad bulat mendukung, memenangkan, dan mengantarkan pasangan BTM-CK sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2025–2030.”
Dalam sambutannya, BTM mengisahkan perjalanan hidup dan pengabdiannya yang panjang di dunia birokrasi dan politik. Ia menekankan bahwa komitmennya membangun Papua berangkat dari pengalaman langsung bersama rakyat, bukan sekadar janji politik.
“Saya ini anak kampung. Pernah sekolah di SMP Muhammadiyah YAPIS Abepura, bahkan pernah jadi ketua kelas dan fasih berbahasa Arab,” ungkap BTM, disambut tepuk tangan warga.
Ia juga menyinggung keberhasilannya dalam memekarkan sejumlah distrik di Kabupaten Jayapura dan Keerom, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura secara signifikan meski tanpa kekayaan sumber daya alam.
BTM juga mengingatkan masyarakat tentang pengalamannya menghadapi dinamika politik, termasuk pembatalan kemenangan saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Jayapura, yang kini kembali terulang dalam pemilihan gubernur.
“Saya tidak mencari kekuasaan untuk memperkaya diri. Saya ingin mengangkat harkat dan martabat rakyat Papua. Saya ingin Papua yang sejahtera, damai, mandiri, dan berbudaya,” tegasnya.
BTM memberikan arahan kepada seluruh Tim Rajawali Nusantara agar menjaga solidaritas dan kerja tim. Ia meminta relawan bekerja tak hanya dengan strategi, tapi juga dengan hati dan semangat kebersamaan.
“Jayapura ini besar. Ada lima distrik, 25 kelurahan, dan 1.023 RT/RW. Bagi tugas dengan baik, turun ke masyarakat, bawa atribut dan leaflet. Jangan bekerja sembarangan, bangun komunikasi dan strategi yang efektif,” katanya.
BTM juga meminta para relawan tidak terprovokasi oleh penyebar hoaks atau ujaran kebencian yang menyudutkannya.
“Saya sudah ampuni mereka. Mereka punya talenta untuk menyebar kebohongan demi sesuap nasi. Kita jangan lawan dengan cara yang sama. Fokus saja pada kerja nyata,” ucapnya.
Antusiasme warga Waimhorock terlihat saat mereka meneriakkan dukungan untuk BTM-CK. Banyak yang menyuarakan harapan agar BTM memimpin Papua karena telah terbukti mampu mengelola pemerintahan dengan baik.
Dalam kesempatan itu, BTM juga menyampaikan beberapa program prioritasnya, antara lain:
Peningkatan layanan kesehatan, termasuk evaluasi terhadap pelayanan di RSUD Dok II dan RS Abepura yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Evaluasi beasiswa bagi anak-anak Papua, baik yang kuliah di dalam negeri maupun luar negeri, agar tepat sasaran dan tidak menyusahkan orang tua.
Pembangunan dan pemberdayaan kampung, dengan fokus pada pengembangan dari desa sebagai fondasi pembangunan Papua.
“Saya ingin membangun Papua dari kampung. Harus dimulai dari akar, dari masyarakat kecil, agar perubahan yang kita wujudkan benar-benar terasa,” tegasnya.
Deklarasi dari Relawan Rajawali Nusantara menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi pasangan BTM-CK. Dengan struktur yang telah terbentuk hingga ke pelosok delapan kabupaten dan satu kota, jaringan relawan ini akan menjadi garda depan dalam mendulang suara pada PSU 6 Agustus 2025.
“Papua harus dipimpin oleh orang yang sudah teruji dan terbukti. Bukan sekadar janji, tapi rekam jejak dan kerja nyata. Mari kita menangkan pertarungan ini dengan damai, hati, dan kasih untuk Papua tercinta.”
(Arche)










