Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano saat membuka monitoring kegiatan program pembangunan triwulan satu mengaskan kepada semua OPD untuk tidak membuat kegiatan dan program yang fiktif.
Untuk itu Tomi Mano mengingatkan untuk tetap bekerja dengan jujur dan disiplin. Ambil Jika Itu hak kamu maka akan diberkati seisi rumahmu, tapi kalau bukan hak kamu jangan diambil dan jangan memeras orang dari 10% ke 20% dan 5%.
Sayangilah istri, suami dan anak-anak anda, malulah seisi rumah itu kalau ada saudara-saudara yang tinggal di hotel prodeo,” tegas Benhur Tomi Mano, di gedung Sian Soor setempat, Rabu ( 27/4/2022).
Menurut Tomi Mano. berkat itu yang pertama adalah kesehatan dan umur panjang serta jabatan. Jika apa yang kamu lakukan dengan baik di atas negeri dan tanah ini, maka diberkatilah saudara-saudara dan anak cucunya.
“Saya menitipkan jangan korupsi dan memeras orang,” jelas pria yang akrab disapah BTM itu.
BTM juga mengungkapkan, untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi prioritas, karena ini berkelanjutan kalau sudah selesai mohon cepat dicairkan supaya uang tidak terendap di kas daerah.
Menurut Tomi Mano, tahun kemarin ada Rp325 miliar masih terendap di kas, untuk itu kembali orang nomor satu di ibu kota Provinsi Papua ini mengingatkan agar jangan mempersulit pihak ketiga dalam proses pencairan dana hanya karena fee, 10, 20 dan 5 persen.
“Hanya karena mau mengajak BPKAD, Inspektorat dan Bappeda turun ke lapangan untuk cek harus dibayar juga, maka ini akan memperlambat penandatanganan berita acara,” ungkapnya.
Kembali di ingatkan untuk dana DAK harus dituntaskan, supaya kuncuran dana tersebut turun di tahun berikut.
Kalau boleh, program dan kegiatan yang tidak butuh tender segera laksanakan, seperti pelatihan pelatihan dan sosialisasi sosialisasi. Jangan ditahan karena akan mempengaruhi dana yang mengendap di kas daerah itu.
“Yang terpenting kata BTM, jaga komunikasi, koordinasi kerja dengan baik antara kepala dinas, PPTK dan Bendahara. Pilih orang-orang yang jujur dan setia,” tuturnya.
Supaya apa yang kita raih, dipertahankan kedepan. Nama baik pemerintah kota Jayapura karena pada akhirnya kita akan dinilai oleh BPK RI, bagaimana tata kelola keuangan itu.
Kalau kita kerja dengan baik maka akan di berikan opini WTP,” ujarnya.
Kemudian kegiatan-kegiatan yang Tender agar segera dikomunikasikan dengan BPBJ,” tutup BTM.
(tp-01)









