Doa Anak Yatim Iringi Langkah BTM Jelang Penentuan Nasib Papua di MK

Jayapura, Teraspapua.com – Menjelang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua 2024 masyarakat Papua diliputi harapan dan ketegangan. Siapa yang akan resmi dinyatakan sebagai pemimpin provinsi paling timur Indonesia ini masih menjadi teka-teki hingga putusan resmi dibacakan pada Rabu (17/9/2025).

Di tengah penantian tersebut, calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menggelar kegiatan doa bersama anak-anak panti asuhan di Kota Jayapura.

BTM menyambangi dua panti asuhan, yakni Panti Asuhan Muhammadiyah dan Panti Asuhan Pelangi, pada Selasa (16/9/2025), untuk berbagi kasih sekaligus memanjatkan doa bersama.

Dalam suasana yang khusyuk dan penuh haru, BTM mengajak anak-anak serta para pengasuh panti asuhan untuk bersama-sama memohon kepada Tuhan agar keputusan MK membawa
kebaikan bagi rakyat Papua.

“Saya datang untuk berdoa bersama anak-anak panti. Besok, 17 September 2025 pukul 12.30 WIT, rakyat Papua akan mendengar keputusan Mahkamah Konstitusi tentang siapa yang akan memimpin Papua. Kita berdoa agar para hakim MK diberikan hati yang bijak dan mampu mendengar suara keadilan,” ujar BTM.

Dalam kesempatan tersebut, BTM juga menyalurkan bantuan berupa bahan makanan pokok dan kebutuhan harian kepada anak-anak panti. Bantuan itu diharapkan bisa meringankan beban sekaligus menjadi bentuk kasih sayang terhadap anak-anak yang disebutnya sebagai “permata masa depan Papua”.

Doa bersama dipimpin oleh Ustaz Arif Andi, yang dalam doanya memohon agar Tuhan melimpahkan kebaikan dan memberikan keputusan terbaik bagi masa depan Papua. Ia juga
menekankan bahwa doa anak-anak yatim adalah doa yang tulus dan mustajab.

BTM pun menegaskan keyakinannya terhadap kekuatan spiritual doa anak-anak. “Firman Tuhan berkata, jangan menghalangi anak-anak datang kepada-Nya, karena merekalah yang
memiliki Kerajaan Sorga. Saya percaya doa anak-anak ini penuh kuasa. Doa mereka akan membawa Papua yang aman, damai, dan sejahtera untuk kemuliaan Tuhan,” tuturnya
dengan mata berkaca-kaca.

Selain memanjatkan doa untuk proses hukum yang sedang berlangsung di MK, BTM juga menyempatkan diri mendoakan masa depan anak-anak panti agar kelak tumbuh menjadi
generasi cerdas dan berintegritas, yang mampu membawa perubahan bagi Tanah Papua.

“Anak-anak ini bagaikan intan permata yang akan mewarisi tanah ini. Saya percaya, dari sinilah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang cinta Papua dan takut akan Tuhan,” tambahnya.

Salah satu pengasuh panti, Ning Itaar, juga turut memimpin doa dan menyampaikan harapannya agar Tuhan memberikan keputusan terbaik bagi pasangan BTM-CK dalam putusan MK.

“Tuhan, apa pun keberadaan kami, Engkau tahu isi hati kami. Kami memohon kebaikan dan perlindungan bagi Bapak BTM-CK dalam proses sidang MK atas PSU Papua,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kegiatan tersebut ditutup dengan ramah tamah sederhana bersama anak-anak panti, yang tampak bahagia atas kehadiran dan perhatian dari sosok yang mereka kenal sebagai “Bapa BTM”.

Dengan langkah ini, BTM menunjukkan pendekatan spiritual dan humanis di tengah proses politik yang sedang berlangsung, sambil mengingatkan publik bahwa dalam politik pun, harapan dan doa tetap memiliki tempat yang istimewa.

(Nov/Har)