Jayapura,Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua mengunjungi para korban kebakaran yang terjadi di kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, Kota Jayapura. Dalam kunjungan tersebut, DPR Papua menyalurkan bantuan berupa kasur, beras, dan telur sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban para korban.
Kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu itu menghanguskan 27 rumah milik warga dan berdampak pada sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 200 jiwa.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai. Ia didampingi Wakil Ketua II DPR Papua, Herlin Beatrix Monim, serta anggota DPR Papua lainnya seperti Jeremias Jenggu Wouw dan Frangklin Wahe. Turut hadir pula Sekretaris Dewan DPR Papua, Dr. Juliana J. Waromi.
“Kami datang hari ini untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran. Ada sekitar 27 rumah yang terbakar, dan total warga terdampak sekitar 60 KK. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tapi kami harap bisa sedikit meringankan beban warga,” ujar Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (22/9/2025).
Bonai juga menyampaikan bahwa masa tanggap darurat akan berlangsung selama 14 hari. Setelah masa itu berakhir, perhatian dari berbagai pihak biasanya mulai berkurang. Oleh karena itu, DPR Papua berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperjuangkan kebutuhan warga, termasuk dalam hal penyediaan bahan bangunan untuk membangun kembali rumah mereka.
“Kami akan terus komunikasikan dengan Pemerintah Provinsi agar ada dukungan lanjutan. Kami dari DPR Papua juga siap membantu, terutama dalam bentuk bahan bangunan, agar warga bisa membangun kembali tempat tinggal mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Mandala, Husnadi Sudirman, yang juga menjadi salah satu korban kebakaran, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan DPR Papua.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Kehadiran DPR Papua memberikan semangat baru bagi warga. Kami masih sangat membutuhkan banyak hal, terutama material bangunan, perlengkapan sekolah anak-anak, pakaian, serta kebutuhan sehari-hari bagi ibu dan anak,” ungkap Husnadi.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar korban hanya bisa menyelamatkan pakaian di badan saat kejadian. Anak-anak kehilangan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, dan alat tulis.
Selain dari DPR Papua, Husnadi menyebutkan juga telah ada kunjungan dari berbagai pihak termasuk perwakilan dari partai politik yang turut menanyakan kebutuhan warga pasca tanggap darurat.














