Program “Turun Kampung” Wujud Nyata Dekatkan Pelayanan Pemerintah ke Warga Koya Tengah

Istimewa

Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, hari ini secara langsung bertemu dengan masyarakat Kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis (25/9/2025).

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilihnya sebagai Wali Kota Jayapura. Menurut Abisai, sejak 1989 dirinya telah tinggal dan hidup bersama masyarakat di kampung tersebut, sehingga Koya Tengah memiliki makna penting dalam perjalanan hidupnya.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kampung Koya Tengah yang telah memilih saya sebagai Wali Kota Jayapura. Kampung ini sudah menjadi bagian penting dalam hidup saya selama lebih dari tiga dekade,” ungkap Abisai Rollo pada kegiatan program “Turun Kampung” yang digelar di kampung tersebut.

Program “Turun Kampung” ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Jayapura yang bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga. Wali Kota menekankan bahwa dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan optimal.

Dalam sambutannya, Abisai Rollo juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampung. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi- aksi yang merugikan, seperti demo atau pemalangan jalan, demi menciptakan situasi yang kondusif di Kota Jayapura.

“Saya ingin kampung ini aman, saya ingin kota ini aman selama saya menjabat. Karena itu, mari kita jaga kampung ini bersama-sama. Jika kampung aman, pembangunan dari pemerintah kampung, kota, provinsi hingga pusat dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Abisai Rollo juga mengungkapkan rencana strategis Pemerintah Kota Jayapura untuk memekarkan empat kampung administratif, termasuk Koya Tengah, menjadi kelurahan. Sementara itu, kampung adat tetap akan dipertahankan sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal.

“Empat kampung administratif akan dimekarkan menjadi kelurahan. Sedangkan 10 kampung adat akan tetap ada, mempertahankan kekayaan budaya, tanah, air, dan bahasa masing-masing,” jelas Wali Kota.

Antusiasme masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta aparatur kampung sangat terlihat pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi forum tatap muka antara warga dengan Wali Kota untuk menyampaikan masukan, aspirasi, dan harapan secara langsung.

Sementara Asisten Setda Kota Jayapura, Makzi Atanay, melaporkan bahwa program “Turun Kampung” melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan jemaat, aparatur kampung, kelembagaan masyarakat, dan warga Kampung Koya Tengah.

Kegiatan dimulai dengan forum dialog bertajuk “Masyarakat Bertanya, Wali Kota Menjawab,” sebagai ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, usulan, serta keluhan secara terbuka dan langsung.

Selain dialog, berbagai layanan publik juga dibawa langsung ke masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membuka layanan administrasi kependudukan, sementara Dinas Kesehatan menyediakan pelayanan medis lengkap yang meliputi dokter spesialis penyakit dalam, anak, kulit, dan mata. Layanan gawat darurat PSC 119 juga siaga 24 jam di lokasi kegiatan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mendapat pelayanan dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta layanan perpustakaan keliling yang dihadirkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Jayapura.

Wali Kota bersama rombongan juga meninjau pembangunan dua unit rumah layak huni di Kampung Koya Tengah sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Koperasi
Merah Putih. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyerahkan berbagai bantuan, di antaranya sarana olahraga, bibit pertanian berupa bete, cabai, terong, dan sawit.

Selain itu, disalurkan pula bantuan bahan bangunan rumah bagi warga Koya Tengah, satu unit perangkat internet gratis Orbit untuk menunjang akses digital masyarakat, serta paket pangan untuk keluarga penerima manfaat.

Menurut Makzi Atanay, program “Turun Kampung” bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga memberikan solusi nyata melalui pelayanan langsung, bantuan, serta program pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Koya Tengah, Yunike Rollo, melaporkan bahwa pengelolaan dana kampung tahun anggaran 2025 yang berjumlah lebih dari Rp8 miliar telah dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan fisik dan nonfisik.

Pada tahap pertama, sejumlah program telah terlaksana antara lain pembangunan satu unit rumah layak huni, pembangunan satu unit Pustu (Puskesmas Pembantu), peningkatan jalan produksi dari Koya Tengah menuju Skouw Yambe, pembuatan drainase sepanjang 400 meter di RT 02/RW 01, serta program padat karya berupa penimbunan jalan di RW 02.

Selain program fisik, juga dilaksanakan program nonfisik berupa pembagian bibit ikan lele sebanyak 20 ribu ekor kepada 26 kepala keluarga penerima manfaat.

Pada tahap kedua, realisasi pembangunan meliputi rehabilitasi dua unit rumah layak huni, pembangunan teras Posyandu yang kini telah selesai 100 persen, serta program padat karya berupa pembersihan jalan di RW 02 Perumahan Rollo Green.

Menurut Kepala Kampung, seluruh kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APB Kampung) Koya Tengah yang disusun berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat.

Selain pembangunan fisik dan nonfisik, Koperasi Merah Putih Kampung Koya Tengah telah mulai beroperasi meskipun belum memiliki gedung permanen. Saat ini posyandu di Rollo Green digunakan sebagai sekretariat sementara. Pihak koperasi juga telah mengajukan kerja sama dengan Bulog sebagai mitra untuk menjadi agen penyalur kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan adanya koperasi ini, diharapkan Kampung Koya Tengah dapat menjadi penyuplai bahan makanan bergizi bagi tiga kampung di Distrik Muara Tami. Upaya tersebut juga akan didukung melalui kerja sama dengan Irwasda Polda Papua guna memastikan ketersediaan pangan yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat.

Program yang telah berjalan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kampung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan merata dan pemberdayaan ekonomi warga.

((Arc/Mal)