Jayapura, Teraspapua.com – Kontak senjata kembali terjadi di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/11/2026). Insiden penembakan di sekitar Mile 50, Tembagapura, itu mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui adalah Serka AC yang gugur dalam kontak tembak tersebut. Sementara itu, Sertu H dilaporkan mengalami perdarahan pada bagian hidung akibat insiden tersebut.
Selain aparat TNI, seorang warga sipil berinisial HR yang merupakan karyawan KPI PT Freeport Indonesia juga mengalami luka tembak dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.
Peristiwa ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah yang masuk kategori objek vital nasional tersebut. Hingga kini, aparat keamanan belum membeberkan secara rinci kronologi kejadian maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas penyerangan.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya insiden kontak tembak di kawasan tambang tersebut.
“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 area PT Freeport Indonesia. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Tri Purwanto dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa aparat keamanan saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” tegasnya.
Tri juga memastikan TNI akan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan objek vital nasional, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pekerja di area pertambangan.
Hal senada disampaikan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman. Ia mengatakan pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan satuan tugas di lapangan untuk memastikan situasi terkini di area Mile 50, yang merupakan jalur vital logistik pertambangan.
Kawasan Mile 50 hingga Mile 64 di Tembagapura selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan gangguan keamanan. Jalur tersebut menjadi akses utama distribusi logistik dan mobilitas pekerja menuju area operasional tambang Grasberg, salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Situasi di area tambang dilaporkan dalam pengawasan ketat guna mencegah gangguan keamanan lanjutan.
(red)










