Anggota DPRK Akhmad Sujana Soroti Lambannya Realisasi Penyambungan Air Bersih oleh PTAM Jayapura Cabang Abepura

Anggota DPRK, Akhmad Sujana saat menyampaikan pendapat (Foto Arche/teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Anggota DPR Kota Jayapura, Akhmad Sujana, menyoroti pelayanan PT Air Minum (PTAM) Robongholo Nanwani (Perseroda) Cabang Abepura terkait lambannya realisasi penyambungan air bersih kepada masyarakat.

Sorotan itu disampaikan Akhmad saat pimpinan dan anggota DPR Kota Jayapura melakukan konsultasi dan koordinasi distribusi air bersih bersama manajemen PTAM Jayapura menjelang Hari Raya Idulfitri, di aula kantor PTAM Jayapura, Rabu (4/3/2026).

Akhmad menjelaskan, persoalan tersebut berawal dari kegiatan reses yang dilakukan pihaknya tahun lalu di depan lokasi Diklat. Dalam reses tersebut, salah satu aspirasi utama warga adalah permintaan penyambungan jaringan air minum ke rumah-rumah masyarakat.

“Awal tahun ini saya sudah mengumpulkan KTP dari keluarga-keluarga yang ingin mendapatkan sambungan air PTAM. Semua berkas itu sudah saya serahkan langsung ke kantor PTAM Cabang Abepura,” ujarnya.

Namun, setelah penyerahan dokumen, proses tindak lanjut dinilai tidak berjalan sebagaimana harapan. Beberapa hari setelah berkas diserahkan, pihaknya kembali melakukan konfirmasi dan mendapat jawaban bahwa akan dilakukan survei lapangan terlebih dahulu.

“Kami menunggu beberapa waktu, tetapi survei belum juga dilakukan. Saat kami tanyakan kembali, jawabannya masih sama, petugas masih sibuk. Bahkan ketika ditanyakan lagi di kesempatan berikutnya, jawabannya tetap belum berubah,” kata Akhmad.

Ia mempertanyakan alasan keterlambatan tersebut. Menurutnya, apabila terdapat kendala teknis maupun administratif, seharusnya hal itu dapat disampaikan secara terbuka agar DPR dapat meneruskan penjelasan tersebut kepada masyarakat.

“Saya tidak tahu pekerjaan apa yang lebih penting sehingga pemasangan baru ini tidak kunjung dilakukan. Kalau memang ada kendala, harusnya disurvei dulu dan disampaikan kepada kami. Supaya kami bisa menjelaskan kepada masyarakat yang sudah menyampaikan aspirasi. Ini sudah kurang lebih delapan bulan tanpa kejelasan,” tegasnya.

Selain persoalan di wilayah Abepura, Ketua Fraksi Golkar DPR Kota Jayapura itu juga mengungkapkan kondisi serupa di kawasan Stikom yang dinilainya lebih memprihatinkan. Ia menyebut instalasi pipa air di wilayah tersebut telah dipasang sekitar delapan tahun lalu, namun hingga kini belum tersambung ke rumah tangga warga.

“Di Stikom ini lebih parah lagi. Instalasinya sudah dipasang kurang lebih delapan tahun, tetapi sampai sekarang belum juga disambungkan ke rumah-rumah untuk mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

Akhmad meminta manajemen PTAM Jayapura agar memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PTAM Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Entis Sutisna, menyatakan pihaknya terbuka terhadap setiap keluhan yang disampaikan.

“Kalau ada hal-hal yang kurang berkenan di lapangan, silakan langsung tanyakan kepada saya, supaya hari itu juga bisa langsung diberikan penjelasan,” ujar Entis.

Ia juga meminta kepala cabang terkait untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk melakukan survei ulang di lapangan guna memastikan pelayanan dapat diberikan kepada masyarakat.

“Kepala cabang tolong diselesaikan, kembali disurvei dan dipastikan masyarakat di sana mendapatkan pelayanan. Termasuk kalau memang pipa lama dari PU perlu direhabilitasi, kita lakukan rehabilitasi,” tegasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penyelesaian persoalan distribusi dan penyambungan air bersih, khususnya menjelang Idulfitri, agar pelayanan kepada masyarakat Kota Jayapura dapat berjalan optimal.

(Arc)