Jayapura, Teraspapua.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M. Si saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) National Paralympic Committee Indonesia (NPC) Kota Jayapura janji akan mengalokasikan dana hibah di tahun Anggaran 2023 untuk NPC Kota Jayapura.
“Oleh karena atlet sudah memberikan prestasi, mengharumkan nama kota Jayapura, Papua pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI, maka mulai tahun 2023 saya akan mengalokasikan dana hibah untuk NPC Kota Jayapura,” terang Pj Wali Kota, Frans Pekey, Sabtu (2/7/2022) di Hotel Said Papua.
Lanjut Frans Pekey, Raker hari ini menjadi penting untuk dirumuskan kerja-kerja yang bisa dilakukan berdasarkan potensi, kekuatan dan juga harapan masa depan.
Dirumuskan, lalu kemudian nanti diajukan ke Wali Kota Jayapura. Saya akan berusaha untuk mengalokasikan dana hibah untuk NPC,” sambung Frans Pekey.
Kalau selama ini ungkap Pj Frans Pekey, hanya Koni saja yang dapat, dan ternyata NPC sejajar dengan Koni, karena itu kita akan pisah dan mulai 2023 kita akan kasih dana hibah.
Frans Pekey, atas nama pemerintah dan masyarakat kota Jayapura menyampaikan apresiasi yang dan penghargaan yang tinggi kepada NPC Kota, Provinsi Papua dan para atlet difabel yang telah mengharumkan nama kota Jayapura, Papua di Peparnas tahun 2021.
Atlet difabel dari kota Jayapura memberi nama harum untuk Papua menjadi juara umum, dan bahkan juga mengharumkan nama bangsa dan Negara. Terutama 27 atlet yang tergabung dalam Pelatnas.
“Kita berdoa, semoga 27 atlet kita yang sedang mengikuti Pelatnas bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara. Lebih khusus mengharumkan Papua dan tentu dari Kota Jayapura,” ujar Frans Pekey.
Tema yang diangkat pada rapat kerja tersebut yaitu “ Tertib Organisasi dan Sukses Prestasi Olahraga Disabilitas Menuju Peparpenas X 2023 dan Peparnas XVII 2024”.
“Dari tema yang ada, saya mengambil dua kata kunci yang pertama tertib organisasi dan yang kedua adalah sukses prestasi. NPC adalah sebuah organisasi yang mengurus olahraga yang sejajar dengan KONI, karena di dalamnya terdiri dari berbagai cabang olahraga, tentu megayomi semua atlet di semua cabang olahraga,” ujar Frans.
Karena itu, pentingnya organisasi tidak hanya menjadi kumpulan dari pengurus. Tapi ditekankan, dijadikan sebagai organisasi yang benar-benar serius untuk mengelola olahraga disabilitas di kota Jayapura, dan itu butuh sebuah kepemimpinan, pemimpin yang mampu untuk mengelola, mempengaruhi ataupun juga mewadahi organisasi dan anggota-anggotanya, tentu para atlet.
Lalu kemudian mampu mengelola, memenets sumber daya manusianya, ada atletnya kemudian juga ada peralatannya dan pembiayaannya. Kalau itu dikelola dengan baik tentu akan memberikan prestasi,” tegasnya.
“Karena itu butuh keterbukaan, komunikasi, koordinasi tidak hanya level pengurus tetapi juga dengan para atlet dan juga official,” kata Frans Pekey.
Kemudian jelas Frans Pekey, prestasi. Sukses prestasi, menurut saya ada empat hal yang pertama tentu skill, keahlian, keterampilan di masing-masing cabang olahraganya.
Yang kedua tentu kekuatan, fisik dan otak, daya tahan dan kemampuan atau intelegensi yang dimiliki. Selain itu mental yang baik, dan memiliki mental spiritual yaitu, iman dan taqwa selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan,” tandasnya.
Menurut Frans Pekey. aspek-aspek tersebut menjadi catatan bagi pengurus, tidak hanya mengejar prestasi untuk olahraga dengan skillnya, tetapi harus juga memperhatikan aspek pembinaan mental, disiplin dan juga tentu dalam sebuah spiritual atau keimanan yang baik,” pungkas mantan wakil ketua KONI Kota Jayapura periode 2015 – 2021 itu.
Ditempat yang sama, Pjs Ketua NPC Kota Jayapura, Adam Rumbiak mengaku NPC Kota Jayapura telah terbentuk dan secara struktur mempunyai posisi yang sejajar dengan Koni Kota Jayapura.
“Sehingga, kedepan kami sangat mengharapkan kebijakan dari bapak untuk memberikan perhatian untuk NPC kota Jayapura juga,” tandasnya.
Adam Rumbiak juga melaporkan, bahwa pada Peparnas XVI yang lalu, atllet-atlet NPC Kota Jayapura memberikan kontribusi yang sangat besar bagi tim NPC Papua dan kita bisa meraih juara umum.
Bahkan pekan kemarin, Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Papua dan NPC Provinsi Papua menyelenggarakan Pekan Olahraga pelajar bagi atlet difabel, dan kota Jayapura mencapai prestasi tertinggi.
Untuk itu Adam Rumbiak minta kebijakan dari Pj Wali Kota, untuk ke depan memberikan perhatian untuk NPC Kota Jayapura dalam rangka pembinaan atlet, dalam persiapan menuju Peparpenas X 2023 dan Peparnas XVII 2024,” tukasnya.
(tp-01)















