Komisi IV DPR Papua Minta Bandara Botawa Segera Beroperasi, Targetkan Layani Penerbangan Komersial

Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Edward Norman Banua (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Komisi IV DPR Papua mendorong percepatan penyelesaian dan pengoperasian Bandara Botawa di Kabupaten Waropen sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Edward Norman Banua, dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Provinsi Papua yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Papua Tahun Anggaran 2025.

Edward menegaskan bahwa Bandara Botawa memiliki peran strategis dalam membuka akses transportasi, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Waropen dan sekitarnya.

“Kami mendorong agar Bandara Botawa bisa segera diaktifkan. Untuk itu dibutuhkan dukungan anggaran dan program agar kekurangan pekerjaan yang masih ada dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, jika bandara tersebut dapat segera dioperasikan, maka konektivitas antarwilayah akan semakin terbuka dan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau bandara ini beroperasi, konektivitas akan terbuka. Pertumbuhan ekonomi di Waropen, khususnya di Botawa dan sekitarnya, tentu akan meningkat,” katanya.

Edward menjelaskan bahwa pada tahun 2025 sejumlah pekerjaan di Bandara Botawa telah dilakukan, termasuk renovasi terminal dan overlay landasan. Namun, proyek tersebut belum sepenuhnya rampung akibat keterbatasan pagu anggaran saat itu.

“Pekerjaan sudah berjalan, seperti renovasi terminal dan overlay. Tetapi karena keterbatasan anggaran, belum bisa diselesaikan secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 telah dialokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk kelanjutan pembangunan bandara tersebut. Komisi IV pun mendorong agar proses lelang pekerjaan dapat segera dilakukan agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

“Kami berharap anggaran yang sudah ada bisa segera digunakan melalui proses lelang, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dan bandara bisa beroperasi di akhir tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Komisi IV DPR Papua menekankan pentingnya memastikan seluruh fasilitas pendukung bandara benar-benar siap sebelum dioperasikan secara komersial.

“Kami ingin jika masih ada kekurangan, segera diselesaikan agar bandara ini benar-benar siap melayani penerbangan komersial secara reguler, baik akhir tahun ini maupun tahun depan,” tegas Edward.

Dengan percepatan penyelesaian Bandara Botawa, DPR Papua berharap aksesibilitas wilayah Waropen semakin meningkat dan mampu mendorong pemerataan pembangunan di Papua, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih terbatas konektivitasnya.

(Har/Rck)