Jayapura, Teraspapua.com – Ketua LMA Port Numbay George Awi mengakui kepepimpinan Frans Pekey sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura. Bagaimana tidak, sejak dilantik Mei 2022, Frans Pekey telah membuat satu terobosan yang sangat menyentuh masyarakat adat, terutama para Ondoafi yang ada di Port Numbay.
Pasalnya, dana Otsus tahun 2023 banyak lebih menyentuh masyarakat adat Port Numbay, bahkan para Ondoafi.
“di era kepemimpinan Pj Wlai Kota Frans Pekey, kami merasakan bahwa negara hadir untuk kami masyarakat adat,” terang George Awi kepda Teraspapua usai acara tatap muka Pj Wali Kota bersama Forkompimda dengan para Ondoafi se Port Numbay di Obhe Warke, Tanah Hitam Distrik Abepura, Rabu (15/2/2023).
Hal ini menurut George Awi, dibuktikan dengan menjalankan amanat undang-undang Otsus, yang akan memberikan dana hibah dan satu unit mobil kepada para Ondoafi.
Diungkapkannya, sejak 2001 Otsus lahir hingga 2022 ini kami tidak nikmai itu, kami merasa negara tidak hadir untuk kami, untuk itu kami memberikan apresiasi dan hormat dan salut kepada Pj Wali Kota Frans Pekey.
“Pj Wali Kota melihat realita dan membuat program yang tentu menyentuh masyarakat adat Port Numbay,” imbuhnya.
Selain itu Ketua LMA Port Numbay ini juga mengusulkan kepada pemerintah Kota Jayapura untuk nama jalan alternatif diberikan nama Mr Kambu, mantan Wali Kota Jayapura.
Pasalnya, semasa kepemimpinan Mr kambuh dirinya melakukan penataan kota begitu cepat dan dinamika yang cukup hebat, bahkan memprogrmkan pembangunan jalan alternatif.
“Apa salahnya kita memakai nama jalan Mr. Kambu, sebagai penghormatan atas jasa-jasa beliau untuk Port Numbay.
Selain itu kata George Awi nama Kota Jayapura kita minta diganti dengan Port Numbay, karena itu identik dengan wilayah ini.
Supaya masyarakat dari luar bisa membedakan mana kabupaten Jayapura dan mana kota Jayapura,” imbuhnya.
Sementara Pj Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, antara pemerintah dan masyarakat adat adalah mitra kerja, bagian dari 3 tungku, pemerintah, adat dan agama.
Hari ini pemerintah Kota bersama Forkompimda melakukan tatap muka, makan papeda bersama para Ondoafi setanah Port Numbay sebagai pemilik tanah ini.
“Tatap muka, silaturahmi antara para orang tua dengan anak-anak, pemerintah dengan masyarakat. Tentu hubungan kekerabatan, kekeluargaan ini tetap harus kita jaga sehingga sama-sama membangun kota untuk kesejahteraan dan kedamaian warga kota,” ujar Frans Pekey.
Dalam hubungan dengan itu menurut Pekey, dirinya menyampaikan beberapa program yang keberpihakan kepada masyarakat asli Port Numbay. Baik itu di bidang pendidikan, kesehatan dan penguatan kelembagaan adat keondoafian.
Hal ini menurut dia, merupakan bagian dari melaksanakan amanat undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang otonomi khusus Papua di bidang pendidikan, kesehatan dan penguatan kelembagaan Keondoafian di Port Numbay.
“Jadi, ke depan kita terus membangun komunikasi, terus menjalin hubungan dengan para orang tua, para Ondoafi juga dengan masyarakat adat untuk bersama-sama dengan masyarakat adat yang lain yang datang dari berbagai penjuru, berbagai kota, daerah untuk bersama-sama bersatu, saling mengasihi, menolong dan juga bekerja sama tanpa membedakan agama, suku, ras karena dipersatukan dalam rumah besar Port Numbay,” papar Pekey.
Kita tetap satu hati membangun kota untuk kemuliaan nama Tuhan,” cetus Pj Wali Kota.















