Kampung Yoka Adalah Kampung Peradaban, Jangan Biarkan Dirusak

BTM Serukan Persatuan Anak Tabi: Jaga Yoka, Jaga Negeri

Foto bersama Ketua DASS, Ondofolo, KPK Yoka dan BTM

Jayapura, Teraspapua.com – Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, dinilai sebagai tonggak peradaban di wilayah Tabi. Hal ini ditegaskan oleh Benhur Tomi Mano (BTM) dalam sambutannya saat menghadiri undangan Dewan Adat Suku Sentani di Para-Para Adat Hebeybulu, Yoka.

“Yoka adalah kampung peradaban. Rumah sakit pertama berdiri di sini, pendidikan pertama di Tabi dimulai dari Yoka. Bahkan kampus APDN yang melahirkan banyak pemimpin Papua dan Indonesia juga ada di Yoka,” kata BTM.

BTM mengisahkan pengalamannya sebagai alumni APDN Yoka. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai bagian dari sejarah kampung ini, setelah menjabat sebagai Wali Kota Jayapura selama dua periode.

“Saya minum air dari mata air Manuai, makan ikan dari Danau Sentani. Saya pernah direndam berjam-jam di danau itu saat pendidikan di APDN, bersama dewa Majuai yang menjaga kami selama tiga tahun,” kenangnya.

BTM menyerukan kepada seluruh masyarakat Tabi untuk menjaga Kampung Yoka agar tidak dirusak oleh pihak luar.

“Jangan biarkan kampung ini diobrak-abrik. Kampung ini punya sejarah luar biasa. Saya berdiri atas nama anak-anak Tabi untuk membangun negeri ini lebih baik ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengajak anak-anak Tabi untuk bersatu, terlepas dari perbedaan pilihan politik.

“Walau partai berbeda, mari kita tetap jaga tanah Tabi. Jangan saling menjatuhkan, karena kita akan terus bertemu dan hidup di atas tanah yang sama ini,” ujarnya.

BTM juga menyampaikan komitmennya untuk melibatkan anak-anak Tabi jika kelak terpilih menjadi Gubernur Papua.

“Anak-anak Yoka yang baik akan saya tempatkan di pemerintahan di Dok II. Saya berbicara hari ini di para-para adat sebagai bentuk penghormatan dan harapan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Dewan Adat Suku Sentani dan para Ondofolo yang telah menerimanya di berbagai kampung, seperti Yoboi, Yobe, Babrongko, Asei Besar, Jeku, dan Waibu.

Namun, BTM juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Ondoafi Port Numbay yang menurutnya belum pernah mengundangnya secara resmi.

“Delapan Ondoafi di Port Numbay belum pernah duduk bersama saya, tidak seperti para Ondofolo di Sentani,” katanya.

Calon Gubernur Papua nomor urut 1 itu menyatakan optimisme bahwa kemenangan akan diraih, apalagi dengan dukungan besar dari masyarakat saat pemungutan suara ulang.

“Kalau mereka kasih uang, ambil saja, itu berkat. Tapi hati tetap untuk BTM-CK,” pesannya sambil menekankan pentingnya menjaga TPS dari kecurangan.

Ia menegaskan bahwa pesta demokrasi harus berlangsung tanpa intimidasi.

“Ini pesta rakyat, jangan ada teror. Biarkan rakyat memilih dengan sukacita siapa pemimpin mereka,” katanya.

Sebagai penutup, BTM menyampaikan bahwa kehadirannya di Yoka adalah semata-mata untuk memenuhi undangan resmi Dewan Adat Suku Sentani.

“Saya hadir bukan bawa diri, tapi karena diundang oleh Ondoafi Hebeybulu dan para kepala suku,” tandasnya.