BTM Sindir Penyebar Hoaks: “Terima Kasih, Itu Talenta Kalian”

Brnhur Tomi Mano dan Constant Karma saat memberikan keternagan Pers di Sekertariat Adiguna Sentani (foto Arche/Teraspapua,com)

Sentani, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano (BTM) menanggapi maraknya penyebaran berita hoaks yang menyerangnya dengan santai dan penuh sindiran. Dalam sambutannya usai meresmikan Posko Induk Relawan Adiguna di Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (4/6/2025), BTM justru mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membuat dan menyebarkan berita bohong.

“Saya sampaikan terima kasih kepada mereka yang merancang berita-berita hoaks. Teruslah lakukan itu, karena itu adalah talenta kalian,” ujar BTM disambut tawa simpatisan yang hadir.

BTM mengatakan, dirinya tetap tenang dan tidak terpengaruh meskipun terus diserang dengan berbagai informasi yang tidak benar. Ia percaya bahwa kebenaran akan tetap berdiri tegak, dan masyarakat bisa menilai sendiri mana yang benar dan mana yang tidak.

“Kita punya Tuhan yang tahu mana yang baik dan mana yang tidak. Semua berita yang beredar tidak ada satu pun yang benar, jadi saya tetap tersenyum dan santai,” tegasnya.

BTM juga menyindir beberapa pihak yang tidak memahami konteks situasi wilayah dengan berkata:

“Saya heran, bagaimana mungkin orang yang tinggal di Sentani bisa lebih tahu perkembangan di Kota Jayapura dibanding mereka yang tinggal langsung di sana” sebutnya”

Sebagai seorang Nasrani, BTM mengutip ayat Firman: “Tuhan, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Kutipan itu, menurutnya, menjadi bentuk pengampunan kepada para penyebar hoaks yang selama ini menyerangnya secara personal dan politik.

“Saya tahu siapa-siapa yang menyebarkan itu. Tinggal tunggu waktu saja, mereka akan mempertanggungjawabkan semuanya,” ujarnya lugas.

BTM meminta para relawan untuk bersikap cerdas dan tidak tinggal diam menghadapi isu-isu negatif. Ia berharap isu-isu tersebut bisa dilawan dengan fakta dan data di lapangan.

“Saya percaya, suara kita ada di rakyat. Di satu kota dan delapan kabupaten. Jadi kita harus meng-counter isu-isu yang menyesatkan,” katanya.

Ia juga menyinggung dukungan Dewan Adat dari Waibu dan Ondofolo yang datang langsung ke kediamannya, meminta agar “jejak kaki” orang-orang yang tidak menghargai adat dan budaya dihapus dari wilayah mereka.

“Mereka, termasuk pendeta, datang sendiri ke rumah saya. Itu luar biasa. Mereka tahu siapa yang pantas dan siapa yang tidak seharusnya menginjak tanah adat,” tegas BTM.

Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma, dalam kesempatan yang sama mengingatkan para relawan agar tidak terjebak dalam emosi menghadapi informasi tidak benar yang beredar di media sosial.

“Isu-isu itu kadang 50% benar dan 50% salah. Kalau tidak benar, tidak usah ditanggapi berlebihan, agar mulut dan tangan kita tidak kotor,” ujar Karma.

Ia meminta para relawan untuk tetap fokus pada kerja nyata dan membiarkan isu-isu tidak berdasar tersebut menghilang dengan sendirinya.

“Dalam pesta demokrasi, jangan semua isu kita tanggapi. Fokus saja pada strategi dan kerja tim,” pungkasnya.

(HR)